Minggu, 31 Juli 2016

Tersesat Yang Mengasyikan Di Kaki Gunung Guntur



Bagaimana mungkin tersesat bisa mengasyikan seperti ini?

Suat hari teman saya ngidam berat pengen pergi ke Curug Citiis. Curug Citiis ini berada di lerang gunung Guntur . Mengingat teman saya yang sedikit ‘ngamenak’ saya kasih tahu bahwa medan ke Curug CItiis itu tidak mudah, melewati padang gersang, tampang pasir dan tanjakan yang curam. Tapi dia tetap ngebet untuk pergi ke sana, akhirnya jadi deh kita berempat pergi ke sana.

Sebetulnya saya pernah berkunjung ke Curug Citiis, tapi itu dulu saya juga sudah lupa ingat jalannya. Singkat kata kita pun pergi dengan minim petunjuk. Dan akhirnya kita tersesat, keliling-sana keliling situ eh malah balik lagi ke tempat yang sama. Tapi di saat tersesat itu kami sempat berfoto-foto dulu. Hahah


Perjalanan sepanjang tersesat itu disuguhi pemandangan yang luar biasa,  Melihat padang ilangan yang gersang, batu-batu vulkanik, serta mobil-mobil pengangkut batu. Kita tidak tahu tepatnya lokasi kita, namanya juga tersesat. Tapi kalau taveller mau ke sini, jaraknya sekitar 10 menit dari cipanas. selamat tersesat!!

Gunung Cikurai dilihat dari Gunung Guntur
Kondisi jalan sekitar kaki Gunung Guntur
Teman saya yang tersesat tapi narsis ingin difoto juga :D
Dan ini teman saya yang menyebabkan kita tersesat, asemmm
Apa salahnya saya juga ikut narsis, hehe

Dan karena hari semain siang, dan tujuan kami adalah ke Curug Citiis, jadi kami pun bergegas dan melanjutkan perjalanan.
Sistuasi jalan menuju Curug Citiis.

Begitulah cerita efik petuangan dalam ketersesatan kami. Bagaimana? keren kan pemandangannya, ayo kalau mau tersesat tapi asyik juga silahkan berkunjung ke sini.





Kamis, 28 Juli 2016

Sharing Pengalaman Memakai Chain Lube Rexco 25




Sesuai judul di atas ini hanya sharing saja bagaimana kesan-kesan menggunakan chainlube Rexco 25, tidak ada maksud menjelakan merk-merk yang lain.  Biasanya urusan chain lube saya lebih mempercayakan kepada MTR atau MTR Extreame. Tapi kali berhubung dengan masalah ketersediaan, jadi saya mencoba produk ini.

Cerita ini berawal ketika di kota saya (Garut) ketika itu chain lube yang biasa saya pake (MTR) tidak tersedia. Setelah muter-muter ke berbagai toko dan bengkel tidak dapat juga. Sampai satu bengkel di daerah Ciparay menyarankan chain lube Rexco 25. Mmmmmhhh... saya baru mendengar merek ini, tapi penjualnya menyarankan memakai ini. Ya iyah lah namanya juga tukang dagang, haha. Kata dia chain lube ini sudah di uji di motor-motor di sini dan teruji benar di segala medan bahkan sering dipakai motor trail juga. Emang iklan yang paling bagus itu mulut ke mulut. Walaupun baru denger namanya dan agak sedikit kurang percaya, tapi saya jadi tertarik juga omongan bapak satu ini, haha. tapi tidak masalah kalau dicoba. saya selidiki di kemasannya, ternyada ini adalah produk berdasarkan lisensi dari Rexco Amerika, yaitu Rexco Solution Technique LTD, wow. Akhirnya saya putuskan membelinya dengan harga Rp 25.000 dengan kemasan botol kaleng berkapasitas 120mm, murah kan.

Key feature

  1. Membersihkan & melumasi rantai
  2. Memperpanjang usia rantai
  3. Menghilangkan bunyi derit
  4. Tahan air
  5. Melindungi dari karat
Dari kemasannya saya baca featur-feature produk ini. Salah satunya yang paling menarik adalah “WATER RESISTANT”. Mmmmhhh menarik, artinya walau kena air, lapisan pelumasnya tidak akan mudah hilang dan terus menempel  ke rantai. Sampai di rumah, kemudian saya semprot-semport ke bagian rantai motor saya. Efeknya mirip dengan chain lube MTR, yaitu ketika di semprot muncul busa-busa putih yang langsung menyerap ke celah-celah rantai. Ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan KIT Chain lube. Jika KIT di semprotkan maka buih buihnya hanya sedikit.

Setelah di semprot secukupnya, kemudian saya coba berkendara dan langsung terasa. Bunyi-bunyi berisik di rantai berhasil di redam dengan baik. Okai baiklah sepertinya memang memuaskan.

Selama pemakaian tiga Minggu pertama, asumsi pemakaian saya adalah sekitar 1000km-1500km per bulan. Terasa memang produk ini memuaskan. Terbukti selama tiga Minggu itu saya tidak menyemprotkan chain lube ke rantai. Kebetulan waktu itu adalah musim kemarau jadi sekali semprot bisa bertahan sampai tiga minggu lebih. Ini mirip dengan chain lube MTR, karena memang biasanya kalau pakai MTR sekali semprot juga bisa bertahan sekitar 3 minggu. Jauh berbeda dengan chain lube KIT, pengalaman saya KIT hanya bertahan sekitar 1 minggu.

Lalu bagaimana saat musim hujan?

Beberapa waktu kemudian, maklum cuaca tidak menentu, kadang hujan kadang cerah lama. Saya berkendara ketika hujan dengan jarak sekitar 15KM, besoknya ketika motor sudah kering, terlihat chain lube nya masih menempel di rantai, rantai saya masih terlihat basah. Water resistannya memang bekerja.

Beberapa bulan kemudian musim hujan mulai rapat. Kemudian saya coba saat musim hujan, di mana motor sering dipakai ketika hujan. Dan memang ternyata fitur water resistannya memang bekerja. Sekali semprot beberapa kali kena hujan terlihat chain lube masih bertahan, walaupun sudah berkurang. Jika dikira-kira sekali semprot produk ini bisa bertahan sekitar 1-2 minggu. (tergantung kondisi hujan) jika hujannya deras banget, maka sekali kehujanan juga mulai habis.

Kesimpulannya, walaupun terbilang merk yang baru saya denger, tapi kualitasnya tak bisa diragukan. Ryder semua yang belum mencoba, atau pengguna chain lube MTR, bisa mencoba produk ini sebagai alternatif jika produk biasa tidak tersedia. Kalau saya sendiri sudah memakai produk ini rutin. 

Foto-foto di Tulisan Garut yang ng-Hits



Beberapa waktu yang lalu alun-alun Garut sempat dihebohkan oleh penomena yang tidak biasa. Yaitu foto-foto di depan tulisan Garut yang berada di alun-alun Garut.

Memang kalau ada sesuatu yang baru itu selalu menjadi trending. Tulisan Garut ini memang terbilang Baru bahkan saya juga tidak tahu kapan ini dibuat pas melintas kok tahu tahu sudah ada saja tulisan ini.

Tak heran bagi kalangan muda ini di manfaatkan untuk berfoto-foto sekedar untuk menjadi DP BBM atau di bagikan di Sosmed. Saat ada CFD (Car Free Day) yang ada di alun-alun pasti kita sering menemui mereka mereka yang sedang berfoto-foto di sana. Ohh tidak, tidak hanya kaum muda saja, orang tua juga  ada lho yang berfoto-foto. Bahkan orang sampai rela ngantri demi mendapatkan foto yang eksulusif di sini. Kalau saya sih cukup memfoto mereka saja sebagai dokumentasi bahwa di Garut pernah ada penomena yang unik.


Bagi kalian orang Garut yang belum berfoto di sini, mangga silahkan berfoto segera sebelum penomena ini memudar seperti batu akik, eh.

Selasa, 26 Juli 2016

Review pribadi tas kamera Kata Bags DC-441 DL




Di Indonesia banyak sekali merk tas kamera yang beredar, mungkin yang paling terkenal adalah Lowepro. Nama kata mungkin baru terdengar di telinga kita termasuk saya. Sebenarnya tas kata ini berasal dari produsen yang sama dengan tas National Geographic,tapi dengan model dan disain yang berbeda. Kalau National Geographic itu lebih vantage dan klasik, maka Kata Bag lebih stalish dan elegan Hehe :D

Tas kata mempunya disain yang lebih minimalis dari pada tas national geographic  yang disainnya cenderung cuek. Dan dari disain inilah saya lebih menyukai tas kata dari pada tas National Geofraphic. Minimalis tapi elegan, berbentuk kotak dengan poket-poket yang rapih. Dari itu lah saya jatuh hati sama tas kata dc 441.




Saya sebenarnya orang yang pemilih dalam urusan tas, terutama dalam disain dan kualitas, lebih baik membeli sekali dan awet dari pada membeli yang biasa-biasa tapi tidak awet. Beberapa merk tas memiliki disain yang menawan juga, tapi pas saya cek kualitas bahannya cenderung biasa-biasa saja. Untuk masalah harga, mudah. Kita bisa melihat harga-harga tas secara online, sebagai referensi.  Jika sudah dapat maka tinggal nyari di toko untuk melihat kualitas barang itu, jika cocok beli deh. Kalau di toko lebih mahal? Tinggal beli Online. haha

Secara keseluruhan semua bahan tas ini di buat dengan bahan yang berkualitas. Jahitan dan benang pun terlihat rapi. Busa-busa yang empuk dan tebal untuk melindungi kamera anda. Dan satu lagi tas ini juga di lengkapi dengan jas hujan untuk melindungi dari hujan.


Poket kiri untuk menyimpan smartphone
Ada poket kecil di samping kiri dan kanan, yang bisa digunakan untuk menyimpan berbagai keperluan, saya biasa memakainya untuk menyimpan smartphone, atau peralatan kebersihan kamera. Di bagian dalam ada poket kecil, saya menggunakannya untuk menyimpan memory dan lap untuk lensa.

Bagian dalam; di bagian tutup tas dalam ada poket kecil untuk menyimpan memory
Jas hujan Kata DC-441


Dari segi kualitas saya merasa puas dengan tas ini. Tapi ada satu yg saya rasa menjadi kekurangannya, yaitu baikan busa pelapis pada strap/selempang di jahit secara permanen. Jadi tidak bisa di geser-geser. Alhasil untik menyesuaikannya saya harus menyesuaikan dengan menarik dan mengulur strapnya repot ya, hehe.
Bagian strap yang di jahit permanen

Soal ukuran tas ini benar-benar pas buat saya, tidak terlalu kecil tidak juga terlalu besar. Daya tampung tas ini cukup untuk saya. Yang biasa saya bawa ke dalam tas ini adalah;

  1. Nikon D7200 + lensa AF-S Nikoor 18-140mm + Hood
  2. Lensa Fix Nikon AF-S 50mm f/1.4 + Hood
  3. Charger + kabel kamera
  4. 2 buah memory SD Card
  5. Beberapa peralatan kebersihan kamera seperti kuas, lens pen, micro fiber, dan
  6. Kadang saya juga membawa yang lain lagi sepanjang masih muat, seperti charger smartphone, dll.
Soal harga, tas ini di bandrol sekitar 500rbuan di toko-toko online. Saya raya harganya sepadan dengan barangnya

Kamis, 21 Juli 2016

Kamera, Lensa dan Fotografer itu Ibarat Mobil, Jalan Raya dan Supir.


Pernahkah teman-teman memoto dengan kamera yang bagus. Ketika hasil fotonya ditunjukan ke teman anda, teman anda justru berkomentar seperti ini. “Ah ini sih karena kamera yang bagus, maka hasilnya juga jadi bagus”.

Pernah? Terus bagaimana perasaan anda?
Mungkin dia tidak tahu bahwa hasil foto tidak melulu ditentukan oleh kualitas kamera. Memang kualitas kamera juga menunjang kualitas foto, tapi faktor yang lain juga ikut berperan yaitu skill sang fotografer. Jika kamera dan lensa berperan pada kualitas gambar foto, maka skill sang fotografer lah yang menentukan keindahan foto itu. Jika seandainya seorang fotografer menggunakan kamera yang tajam dan lensa yang tajam, maka gambar yang dihasilkannya juga akan tajam. Untuk soal komposisi foto, sudut pandang, dan pengaturan kamera agar gambar tersebut bagus maka sang fotografer yang berperan.

Jaman sekarang kualitas kamera sudah sangat baik, bahkan dengan kamera D-SLR pemula saja ditunjang dengan lensa yang bagus sudah bisa menghasilkan foto-foto yang mengagumkan. Di sini skill sang fotografer lah yang berperan. Tapi bukan berarti tanpa perbedaan dengan kamera kelas atas seperti Canon EOS 5D MK-III atau Nikon D810. Para profesional yang dituntut kualitas foto yang bagus, lebih senang menggunakan kamera sekelas itu.

Kita ibaratkan faktor di atas adalah sebuah mobil, jalan raya, dan supir. Mari kita analogikan beberapa kondisinya.

Kamera = Mobil, Lensa = Jalan, Pemakai = Driver
Kita ibaratkan kamera itu sebuah mobil, lensa itu adalah jalan yang di lalui mobil dan pengguna adalah driver mobil tersebut. Untuk berkendara dengan nyaman sekaligus cepat kita tentu saja ketiga faktur tersebut harus menunjang. Idealnya semua faktor di atas bagus, tapi kondisi di lapangan tentu saja berbeda-beda.

Kamera bagus, lensa bagus, pemakainya payah


Ibaratnya sebuah mobil sport car, di pakai di sirkuit kelas dunia, tapi yang makenya adalah orang yang baru belajar memakai mobil. Apa jadinya? Mobil tentu saja bisa di pakai kebut-kebutan, toh jalannya juga bagus. Tentu saja dia bisa berlari lebih cepat jika di bandingkan dengan memakai mobil angkot, tapi kemampuan sport car dan dan kemampuan sircuit nya tidak akan terpakai maksimal. Hasilnya mobil dan jalan terbatas di kemampuan supir

Kamera bagus, lensa bagus, tapi pemakainya biasa saja. Bisa saja sang fotografer menghasilkan foto bagus secara kualitas gambar, misalkan ketajaman gambar, atau matering yang pas. Tapi bagaimanapun skill fotografer juga berbicara di sini. Kamera bagus, lensa bagus tapi anda tidak bisa memakainya, maka hasilnya juga tidak maksimal. Kemampuan kamera dan lensanya tidak akan terpakai sepenuhnya. Tapi hasil foto yang dihasilkannya akan lebih baik jika di bandingkan memakai kamera dan atau lensa yang biasa.

Kamera bagus, lensa biasa saja tapi yang makenya seorang profesional

Seperti seorang pembalap yang memakai sport car, tapi dipakai di jalan raya yang jelek dan berlubang. Tentu saja kemampuan mobil tersebut tidak akan keluar sepenuhnya seperti saat memakainya di sirkuit. Tapi setidaknya supir yang handal akan bisa mengatasi jalan jelek dengan lebih baik jika di banding supir baru belajar. Kemampuan mobil luar biasa tidak akan keluar secara maksimal karena akan terbatas di kemampuan jalan.

Sama halnya dalam fotografi. Kemampuan kamera akan mentok pada kemampuan lensa walaupun yang make kameranya adalah fotografer profesional sekalipun. Hasil fotonya akan bagus, hasil fotonya akan lebih baik jika dipakai oleh seorang yang biasa saja. Hanya saja lebih indah lagi jika memakai lensa yang bagus juga.

Lensa bagus, pemakainya juga pro, tapi kameranya biasa saja

Seorang pembalap profesional, di sebuah sirkuit internasional tapi mobil yang digunakannya hanya mobil angkot. Seluruh kemampuan mobil akan dan sirkuit akan di mampatkan secara maksimal karena yang makenya adalah orang yang paling ahli. Tapi hasilnya akan mentok di kemampuan mobil. Mobil angkot biarpun seorang pembalap yang memakainya dan dipakai di sirkuit balap, tentu saja tidak akan secepat mobil sport.

Bisa saja fotografer menghasilkan foto yang indah dengan lensa dan kamera yang biasa. Tapi tentu saja akan lebih bagus lagi jika fotografer menggunakan lensa dan kamera yang bagus pula.

Selain semua faktor di atas, ada lagi faktor yang tidak kalah penting, yaitu moment. Foto gunung sudah biasa, tapi memoto gunung ketika sunrise mungkin akan lain lagi ceritanya. kadang yang menjadikan memont adalah penting karena tidak setiap moment itu sama, bahkan untuk tempat yang sama. Misalnya sunset di suatu pantai, kadang sunset nya begitu kuning dan indah, kadang juga mendung dan biasa. 

Kita harus menyadari bahwa setiap foto itu berharga, tak peduli apapun merknya dan siapapun yang memotonya. Tugas kita sebagai fotografer yaitu untuk membuat orang lain menghargai fotografi.

Semua ini hanya opini saya saja, jika kurang atau lebih maka silahkan teman-teman bisa tambahin dan koreksi, hehe. Mungkin dengan ini saat kita berbicara tentang hasil foto kita akan lebih menghargai fotografi, sekarang kita tidak bisa sembarangan memberikan komentar. Kita tahu bahwa semua aspek mempengaruhi hasil foto baik itu skill fotografer, kualitas kamera atau pula kualitas lensa juga moment. CMIIW

Curug Orok, Pesona Yang Tidak Pernah Pudar



Jika kita bertanya Curug yang paling terkenal di Garut, maka relatif orang akan menjawab Curug Orok. Benar, keindahan curug ini begitu melekat dengan Garut, Curug ini adalah Curug yang paling terkenal di Kota Garut. Namun perlahan wisata Curug yang lain bermunculan. Salah satu penomenanya adalah Curug Sanghiang Taraje. Sanghiang Taraje adalah adalah Curug yang sedang hits saat ini kepopulerannya kini telah menggeser kepoluleran Curug Orok. Belum lagi, beberapa Curug di selatan Garut mulai populer juga menjadikan kepopulerannya semakin tergeser. Tapi bukan berarti Curug Orok sudah tidak Indah lagi.

Curug Orok berada di Desa Cikandang Kec Cikajang Kab Garut. Dari pusat kota Garut berjarak sekitar 30 km, sedangkan dari Cikajang hanya berjarak 5 Km. Keberadaannya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Garut menjadikan Curug ini ramai dikunjungi, baik itu wisatawan lokal atau para pelancong dari jauh.

Sepanjang jalan menuju Curug ini akan di suguhi pemandangan yang indah dan udara yang sejuk. Hamparan kebun teh dan perbukitan Garut, serta dari kejauhan Gunung Papandayan dan Gunung Cikurai menjadi sajian yang enak di mata.

Perkebunan teh sekitar Curug Orok
Curug Orok adalah sebuah lembah sungai di mana air sungai jatuh sehingga membentuk Curug. Keindahan Curug Orok adalah pemandangan Curug utama yang menjulang hingga 40 m dan beberapa anak Curug yang mengalir ke dalam kolam kecil. Keindahan inilah yang tidak sanggup di geser oleh Curug manapun di Garut.

Jalan menuju Curug Orok
Menurut cerita yang beredar di masyarakat asal kenapa Curug ini di beri nama Curug Orok karena dulu pernah di temukan bayi di Curug orok. Konon bayi yang masih merah yang baru lahir di buang oleh ibunya karena hasil hubungan gelap. Bayi yang dalam bahasa sunda adalah Orok dari situlah Curug ini dinamakan Curug Orok.

Fasiltas
Curug Orok adalah tempat wisata dengan fasilitas yang paling lengkap di Garut, khususnya wisata Curug. Tempat makan, tiolet, mushola, taman bermain juga tersedia di Curug Orok. Pagi yang ingin menginap juga sudah tersedia penginapan yang nyaman di sini. Jika mau berenang maka di sini juga sudah ada pemandian lengkap dengan kolam renang. Tempat parkir yang luas membuat kita leluasa membawa kendaraan, baik itu roda dua atau roda empat, roda tiga juga kali mau bisa. Untuk tiket masuknya pengunjung dikenakan tarip Rp 10.000 di tambah parkir maka semua tidak lebih dari Rp 15.000.  
Curug orok di lihat dari samping
Rute Perjalanan
Curug Orok bisa dikatakan mudah dijangkau, jaraknya sekitar 30 Km dari pusat Kota Garut, bisa ditembuh sekitar satu jam perjalanan menggunakan kendaraan. Dari pusat Kota Garut kita menuju Jalan Cimanuk, sampai perempatan maktal, lurus menuju Cikajang, terus mengikuti jalan raya. sesampainya di Cikajang, kita akan menemui pertigaan, Kanan menuju Kec Bungbulang, Pakenjeng dan Pamulihan. sedangkan kiri menuju Pusat Cikajang, Cikelet, Pemengpeuk. Di pertigaan ini kita belok kanan, dari pertigaan maka berjarak sekitar 20 menit. Anda hanya perlu mengikuti jalan sampai Pintu masuk Curug Orok.

Lancscape Curug Orok

Selasa, 12 Juli 2016

Wisata Rohani Makam Godog


Makam Godog adalah makam yang terletak di lereng Gunung Karacak, tepatnya di Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Makam ini dipercaya sebagai makam Prabu Kian Santang, anak Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Informasi mengenai keberadaan makam Godog sebagai makan Kean Santang terdapat dalam beberapa naskah Sunda lama. Di antaranya Babad Godog, Babad Pasundan, dan Wawacan Prabu Kean Santang Aji. Dalam naskah-naskah tersebut diceritakan bahwa Kean Santang adalah putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Setelah memeluk Islam di Mekah, namanya berubah menjadi Sunan Rahmat. Karena setelah wafat dimakamkan di Godog, tokoh ini juga disebut Sunan Godog.


Didalam makam Godod memiliki tujuh makam diantaranya Makam Kian Santang Yang menjadi Makam Utama, Makam Sembah Dalem Sarepeun Agung, Makam Sembah Dalem Sarepeun Suci, Sembah Dalem Kholipah Agung, dan Santuwaan Marjaya Suci yang semua makam tersebut terdapat didalam ruang tertutup yang berbeda dengan Makam Utama. Dibagian luar terdapat dua makam yaitu makam Syek Dora dan makam Sembah Pager Jaya yang berada pada ruang terbuka dengan letak yang terpisah. Kedua makam tersebut adalah makam Sesepuh juru kunci kawasan Makam Keramat Godog.

Untuk menuju makam Gogod pengunjung memakai hampir semua jenis kendaraan, walaupun berada di lereng gunung tapi kondisi jalan sudah baik, walaupun di beberapa bagian jalan ada yang masih jelek dan berlubang. Makam godog mempunyai lingkungan yang sangat asli, pohon-pohon besar yang berakar menghiasi perjalanan menuju makam.



Kini makam Godog banyak didatangi penziarah. Oleh sebagian orang makam ini memang sangat dikeramatkan, karena Kean Santang sering disejajarkan dengan para wali yang berjasa dalam penyebaran Islam di pulau Jawa. Mereka yang datang bukan hanya dari wilayah Tatar Sunda saja, tetapi banyak pula yang datang dari luar Jawa.