Selasa, 30 Agustus 2016

Situ Cileunca, Eksotisme dan Romantisme di Pangalengan



Pangalengan memang sudah dikenal akan kekayaan alamnya. Perkebunan teh yang menghampar luas, udara yang sejuk, juga terkenal dengan susu murninya. Soal pariwisata juga tidak kalah, banyak objek wisata yang menarik di Pangalengan. Salah satunya adalah Situ Cileunca.

Situ Cileunca ini berada di Warnasari, Pangalengan Bandung. Situ ini berjarak sekitar 45 KM dari Kota Bandung atau sekitar 1 jam perjalanan (jika tidak macet di Banjaran, hehe). Situ ini merupakan danau buatan yang selain di fungsikan untuk pariwisata juga sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk mencukupi kebutuhan listrik daerah Kabupaten Bandung.

Jembatan yang menjadi icon Cileunca
Situ Cileunca ini sangat luas jika di bandingkan dengan Cisanti maka jauh sekali. Luas seluruhnya sekitar 1.400 HA. Selain danau yang luas di situ ini kita bisa melihat pemandangan alam yang luar biasa. Perbukitan dan pegunungan menjadi latar belakang panorama di sini. Di tengah situ terbentang jembatan merah yang menjadi ikon situ ini.  Di jembatan merah itu kita akan mendapatkan pemandangan yang romantis, cocok untuk pre-wed juga. Anda bisa datang ke sini berdua bersama pasangan, jangan sendirian ya, hehe. Selain menikmati pemandangan kita juga bisa menyewa perahu untuk berperahu ria mengelilingi danau atau mengunjungi kebun strawberi yang tidak jauh dari situ.

Perahu aja ada pasangannya, masa kamu engga?

Fasilitas yang tersedia di situ ini sudah lengkap. Penginapan, rumah makan mesjid dan toilet tidak susah ditemukan di tempat ini. Bagi yang ingin berkamping di situ ini juga banyak terdapat camping ground untuk berkamping. Bagi yang suka olah raga Rafting atau arum jeram, di sini juga sudah ada penyedia olah raga arum jeram dengan tarif mulai dari Rp. 150.000,- per orang dengan minimal anggota 5 orang. Jalur raftingnya juga sangat menantang, selain berkeliling danau, para rafter juga akan mengarungi sungai dengan arus yang deras.

Olah raga arum jeram di Cileunca

Senin, 29 Agustus 2016

Bendungan Jatigede, Bendungan Dengan Masa Pembangunan Terlama di Dunia



Basa-basi dulu.... (kalau lagi rusuh lewati saja, langsung ke perjalanan menuju Bendungan)
Waduk Jatigede merupakan sebuah waduk yang sedang dibangun di Kabupaten Sumedang. Pembangunan waduk ini telah lama direncanakan dan proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini. Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Untuk waduknya sendiri sudah hampir selesai dibangun, hanya tinggal jaringan irigasinya yang direncanakan akan selesai pada tahun 2017.

Waduk Jatigede memiliki total luas sekitar 4.300 HA menjadikan waduk ini terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur, dan merupakan Waduk dengan masa pembangunan terlama di Indonesia, atau mungkin di dunia, 53 tahun. Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan waduk Jatigede merupakan waduk utama dan yang paling besar. Namun, pembangunan ketiga waduk itu mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitar, sehingga pembangunannya pun dibatalkan. Baru pada tahun 1990-an, rencana pembangunan waduk Jatigede kembali menghangat.
 
Jalan menuju pintu air bendungan jalan ini masih di tutup
Waduk Jatigede pun memiliki fungsi utama adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air. Air yang terkumpul dalam bendungan tersebut digunakan sebagai cadangan air tawar untuk mengairi areal pertanian di wilayah Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. Untuk saat ini jaringan irigasi tersebut belum selesai, direncanakan akan selesai pada tahun 2017. Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede pun berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, di wilayah itu terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Parakan Kondang. Dengan dibangunnya Waduk Jatigede, kapasitas pembangkit listrik tenaga air tersebut dapat ditingkatkan. Menurut rencana PLTA ini akan siap beroprasi pada tahun 2019, semoga terlaksana dengan lancar.

Perjalanan Menuju Jatigede
Waduk Jatigede ini berada di Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang. Jika dihitung dari rumah saya maka jaraknya sekitar 87 KM (menurut Google maps) realnya ditambah belok sana belok sini mungkin bisa lebih dari 90 KM. Menurut Google maps juga waktu tempuhnya sekitar 3 jam lebih, mungkin ini agak sedikit benar jalur tercepatnya adalah via Kec Selaawi. Okai let’s go!
 
Perkiraan rute menurut Google Maps
Hari dimulai dengan hujan gerimis-gerimis bagaimana gitu. Ada kekawatiran di hati ini bahwa di Jatigede juga akan mendung gulana. Setelah cari infor sana-sini dan cek perkiraan BMKG didapat informasi bahwa di sana cerah (cek perkiraan BMKG-nya ngarang). Akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan ini bersama dua orang teman saya. Kami terus melanjutkan perjalanan dengan kondisi cuaca hujan gerimis yang mengundang rindu. Alhamdulillah, ternyata hujan terebut hanya sampai ke di perbatasan Garut-Sumedang saja, ketika masuk ke Sumdang tampak dari langit yang cerah walaupun berawan.

Bendungan ini sangat besar, sudah seperti laut, bahkan dari perbukitan di perbatasan Garut – Sumedang saja sudah terlihat kemegahan waduk ini. Padahal jarak menuju waduk sekitar 25km lagi. Sesampainya di Kabupaten Sumedang kita sempat kebingungan juga, arah mana yang harus diambil untuk menuju pintu utama waduk ini, tapi tidak lama karena kita telah mempercayakan semuanya kepada Google maps, terima kasih Google.  Setelah tanya sana tanya sini termasuk tanya mbah Google juga akhirnya kami sampai di waduk yang megah ini. Foto dulu.

Teman saya yang narsis ingin difoto, kaya di foto di laut, padahal bukan
Medan yang kami tempuh terbilang tidak terlalu sulit, perjalanan sepanjang 87 KM itu (versi Google Maps) ditempuh dengan mudah walaupun dengan keadaan hujan. Hanya beberapa KM saja yang menurut kami sedikit sulit, yaitu saat menuju waduk kondisinya masih jalan tanah dan bebatuan kerikil yang agak sulit dihadapi dengan motor. Jalur ini sudah bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan kecuali andong dan kereta api. Untuk kedaraan pribadi (mobil dan motor) bisa melalui jalan kampung melewati perumahan warga yang terbilang mulus, untuk kendaraan besar (truk atau bis) harus melewati jalan Waduk Jatigede yang medannya lebih berat.
 
Jalan menuju waduk yang agak sulit dilalui
Pepohonan yang terggelam masih tampak terlihat
Sesampainya di sana kami diminta untuk membeli tiket masuk dan parkir, berapa ya lupa lagi, kalau gak salah Rp 7.500 per motor deh, gak tahu 15.000 gitu, ah lupa lagi, hehe. Di pos penjagaan ini kita sempat foto-foto dulu. Dari pos tiket ini menuju waduk tidak lama, hanya sekitar 500 M.
Fasilitas yang tersedia di sini masih sangat minim, tidak ada mushola atau mesjid, toilet juga belum tersedia. Maklum waduk ini masih dalam pembangunan. Tapi untuk sekedar menikmati hamparan air yang luas dengan bukit-bukit indah di sekitarnya sudah bisa kita nikmati dengan baik, tapi kita harus hati-hati saja, karena kedalaman air waduknya sangat dalam, jadi usahakan jangan dekat-dekat pinggiran danaunya. Sudah dilaporkan bahwa di sini sudah ada warga yang tenggelam. Untuk shalat kita harus dilakukan di perkampungan warga. Untuk toilet bisa sekalian numpang di toilet mesjid juga. Untuk foto-foto di sini tersedia banyak spot yang menarik, memang sebagian masih dalam pembangunan. Lebih jelasnya bisa teman-teman nikmati dari galeri di bawah ini.

Tanjung Duriat, spot untuk berfoto di Bendungan Jatigede
Teman saya, sejenis tengkorak hidup
Tampak masih dalam pembangunan
Tulisan Bendungan Jatigede yang berdiri megah
Patahan yang manakala, dulu patahan ini menyatu, konon katanya jika patahan ini bergerak akan mengakibatkan bendungan jebol, semoga saja tidak terjadi.


Jumat, 26 Agustus 2016

Situ Cidahu, Tempat Piknik Meriah Tidak Jauh Dari Pusat Kota Garut



Tidak jauh dari pusat kota Garut, tepatnya di desa Mekarsari Kec Karangpawitan. Ada satu situ yang sukup menarik untuk dikunjungi namanya Situ Cidahu. Akses ke tempat ini cukup mudah, hanya berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota Garut. Memang situ ini tidak se terkenal Situ Bagendit atau Situ Cangkuang tapi Pemandangannya boleh juga untuk sekedar melepas lelah dan berpiknik bersama teman-teman atau keluarga. Dengan pemandangan Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak membuat suasana di sini semakin asri.

Akses menuju kesini walau terbilang mudah tapi tidak bisa dijangkau oleh kendaraan mobil karena jalan menuju situnya tidak lebar, hanya masuk satu motor. Jika memakai motor maka bisa membawa kendaraan sampai ke situ. Untuk yang memakai mobil bisa menyimpannya di jalan, selanjutnya menuju ke situnya dengan berjalan kaki, tidak terlalu jauh kok.

Untuk menuju ke sini cukup mudah, dari jalan Jend Ahmad Yani lurus saja sampai menuju daerah Ciparay dari situ belok menuju arah Cibanban. Terus saja ikuti jalan sampai dekat situ Cibanban, dari sini sudah dekat bisa bertanya pada warga sekitar atau lihat Google Map.

Situ ini jauh dari keramaian, malahan sebagian orang masih menganggap situ ini  angker. Situ ini juga tidak sebesar Situ Bagendit, tapi bukan berarti tidak menarik untuk di kunjungi. Di sini kita bisa bersantai menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi dipinggir-pinggir situ. Di sekitar situ sudah di sediakan tempat duduk untuk para pengunjung.



Fasilitas di situ ini memang terbilang minim, maklum situ ini belum mendapatkan pengurusan yang baik bahkan tidak ada yang berjaga untuk menjual tiket masuk. Untuk shalat pengunjung bisa ikut sholat di mesjid terdekat, karena situ ini tidak terlaku jauh dari mesjid warga. Untuk makan dan cemilan juga hanya ada warung-warung seadanya.


Kamis, 25 Agustus 2016

Review Novel Rindu - Tere Liye



Rindu adalah salah satu karya Tere Liye penulis yang saat ini lagi nge-hits banget di kalangan para penikmat novel. Memang akhir-akhir ini Tere Liye memberikan judul pada buku-bukunya terbilang abstrak hanya satu kata saja, seperti Pulang, Rindu, dan yang terbaru adalah Hujan. Rindu adalah novel yang akan kita bahas di sini. Dibalut dengan desain cover yang sederhana tapi tampak elegan, novel ini terlihat menawan. Dari cover dan judulnya Anda akan mengira cerita novel ini penuh sendu, mendayu-dayu dan penuh kegalauan. Maaf, sepertinya perkiraan Anda salah.

Novel ini mempunyai latar belakang waktu pada masa pemerintahan Hindia Belanda tentang perjalanan haji lima orang tokoh utama. Tidak ada cerita yang mendayu-dayu di sini. Perjalanan ini dimulai dengan kapal besar bernama Blitar Holland berlabuh di perairan Makasar. Kapal ini bertujuan untuk mengangkut para jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Dalam keberangkatannya juga kapan ini akan berlabuh juga di Surabaya, Semarang, Batavia, Lampung, Bengkulu, Padang, Aceh hingga terakhir akan menuju Jeddah. Di novel ini latar waktunya tidak disebutkan secara tepat.

Bisa kita bayangkan perjalanan panjang ini, perjalanan haji pada jaman itu jauh berbeda dengan perjalanan haji seperti sekarang. Sekarang jamaah haji menggunakan pesawat terbang menuju tanah suci dalam hitungan jam para jamaah tanah air akan sampai di tanah suci. Di novel ini di ceritakan bagaimana perjuangan para jemaah yang akan berangkat haji dengan kalap laut.  Dalam cerita ini perjalanan haji menggunakan kapal laut yang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Butuh biaya, kesiapan mental dan fisik yang kuat untuk melakukan perjalanan. Hampir sepanjang cerita buku ini hanya menceritakan tentang keseharian di kapal Blitar Holand. Walaupun demikian cerita ini tetap menarik untuk disimak.

Seiring berjalan alur cerita, satu per satu para tokoh diperkenalkan. Tokoh yang paling utama diceritakan adalah Daeng Andipati. Dia adalah seorang saudagar terpandang asal Makasar dan juga memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, menyelesaikan pendidikannya di Belanda. Daeng Andipati begitu karismatik dan baik hati. Daeng Andipati ditemani oleh istri dan kedua anak mereka Ana dan Elsa. Ana dan Elsa merupakan anak yang periang, polos dan menggemaskan, yang membuat cerita ini semakin berwarna.

Tokoh penting yang lain adalah Gurutta atau Ahmad Karaeng. Gurutta adalah seorang ulama mahsyur yang ikut dalam perjalanan ini. Gurutta terlibat hampir di semua peristiwa penting di novel ini. Ia ulama bersahaja, yang rendah hati, dicintai banyak orang karena tinggi budinya. Sikapnya terbuka pada siapa pun. Mau membaur dengan orang-orang yang jauh kapasitas keilmuannya. Bahkan Gurutta akrab dengan orang-orang Belanda di kapal Blitar Holland, duduk satu meja dengan Chef Lars, berbincang santai dengan Ruben si Boatswain, dan melibatkan diri pada urusan-urusan penting selama di kapal bersama Kapten Phillips. Lain dari itu, saya sangat terkesan dengan hubungan Gurutta dengan Anna dan Elsa. Sesuatu yang jarang kita dapati, ulama besar namun begitu memuliakan anak-anak, begitu menghargai keberadaan mereka.

Hadir juga Kapten Philips yang merupakan kapten kapal Blitar Holand. Kapten yang baik hati dan pemimpin yang berwibawa. Hampir semua orang akan tunduk pada kapten Philips. Ada pula Ambo Uleng seorang kelasi pendiam yang tanpa disadari menjadi tokoh penting dalam cerita ini. Dari ambo Uleng kita akan dibawa ke dalam kelamnya kehidupan. Beberapa tokoh yang lain yang ikut berperan adalah Bonda Upe, Rubben si Boatswain, Chiep Lars juga para tentara belanja. Tak kalah menarik adalah pasangan sepuh yang tetap romantis Embah Kakung dan Mbah Putri.

Inti dari cerita ini adalah tentang pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul mungkin bukan hanya dalam benak para tokoh di sini, tapi juga kita sebagai pembaca. Dalam seluruh cerita ada lima buah pertanyaan yang di hadirkan. Pertanyaan tentang masa lalu yang memilukan, tentang kebencian pada seseorang yang harusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Dan terakhir tentang kemunafikan. Pertanyaan ini mungkin akan muncul dengan permasalahan yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Perlahan pertanyaan-pertanyaan itu di munculkan dalam cerita, dan secara perlahan juga jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu terungkap.

Pada halaman 312, muncul kutipan Cara terbaik menghadapai masa lalu adalah dengan menghadapinya. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai meneriam masa lalumu. Buat apa dilawan dilupakan itu sudah menjadi bagian dari hitup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itudalah cari terbaik mengatasinya. kutipan ini merupakan jawaban dari pertanyaan pertama. Selanjutnya setiap pertanyaan akan terus dijawab seiring bergulirnya cerita. Pengen tahu jawaban-jawabannya? Silahkan baca novelnya, tidak seru lah kalau semua harus di ceritakan di sini, hehe.

Novel Rindu tidak hanya bercerita tentang perjalanan panjang ke menuju Tanah Suci. Tapi juga beragam tragedi, konflik, dan serangkaian peristiwa yang menyertainya. Sesekali juga novel ini menceritakan keadaan kota, dan tempat-tempat masa lampau yang membuat novel ini semakin berbobot. Saat menceritakan kota Surabaya seolah-olah bisa merasakan suasana kota Surabaya zaman lampau, naik trem listriknya. Berjalan-jalan di kota Banten, menyaksikan orang-orang pribumi berbaur dengan orang Belanda. Termasuk merasakan suasana kota Kolombo, berkeliling menaiki kereta sapi. Nuansa islaminya begitu kental di sini, tak heran jika novel ini meraih penghargaan sebagai Best Islamic Book Award 2015.

Penggunaan alur dan gaya bahasa novel ini sangat baik, gaya penulisannya terbilang sederhana sehingga memudahkan kita untuk membacanya. Namun di beberapa bagian, penulis menyuguhkan cerita-cerita lain dalam bentuk dialog, yang berkorelasi pada kisah yang tengah disajikan. Membuat pembaca mengenal secara utuh racikan cerita di novel ini. Novel ini penuh pesan-pesan yang tersurat yang disampaikan secara naratif oleh Gurutta dan tokoh-tokoh yang lain seperti Daeng Adipati, Bunda Upe dll.

Secara keseluruhan cerita novel ini memang bagus, penuh inspirasi dan membangun jiwa. Membuka pandangan kita dalam menyikapi permasalahan yang sering terjadi. Cerita ini akan membawa kita ikut masuk kedalam Kapal Blital Holland. Walaupun kadang narasi yang datar justru membuat saya bosan. Menurut saya butuh kesabaran untuk membacanya. Dalam cerita sering diceritakan tentang kegiatan para kelasi kapal yang kadang justru membuat saya tidak mengerti.
  
Beberapa kutipan menarik dari novel ini:
Sangat menyenagkan sekali jika cinta sejatimu adalah sahabat terbaikmu

Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya.
Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.
” 

"Maka ketahuilah Andi, kesalahan itu ibarat halaman kosong. Tiba-tiba ada yang mencoretnya dengan keliru. Kita bisa memaafkannya dengan menghapus tulisan tersebut, baik dengan penghapus biasa, dengan penghapus canggih, atau dengan apapun. Tapi tetap tersisa bekasnya. Tidak akan hilang. Agar semuanya benar-benar bersih, hanya satu jalan keluarnya, bukalah lembaran kertas baru yang benar-benar kosong.Buka lembaran baru, tutup lembaran lama yang pernah tercoret. Jangan diungkit-ungkit lagi. Jangan ada tapi, tapi, dan tapi. Tutup lembaran tidak menyenangkan itu. Apakah mudah melakukannya? Tidak mudah. Tapi jika kau sungguh-sungguh, jika kau berniat teguh, kau pasti bisa melakukannya, Andi. Berjanjilah kau akan menutup lembaran lama itu. Mulai membuka lembaran baru yang benar-benar kosong. Butuh waktu untuk melakukannya. Tapi aku percaya, saat kapal ini tiba di Jeddah, hati kau sudah lapang seperti halaman baru…”

Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu

Peluklah masa lalumu. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan, dia akan memudar sendiri. Disisram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar  dan membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita baik. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Pada akhirnya, kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang baik atau tidak

Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, bukan persoalan orang itu salah dan kita benar. Apakah orang itu jahat atau aniaya. Bukan! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati

Judul Buku  : Rindu
Penulis  : Tere Liye
Editor  : Andriyanti
Penerbit  : Republika Penerbit
Jumlah Halaman  : 544 halaman
Tahun Terbit  : Oktober 2014

Selasa, 23 Agustus 2016

Review Singkat Tripod Velbon EX-640



Teman-teman yang hobi fotografi atau mungkin juga profesi, rasanya tidak lengkap kalau tidak punya benda yang satu ini namanya tripod. Tripod adalah alat bantu dalam memoto agar kamera tidak bergerak, bergoyang dan bergetar selama memotret. Kadang tripod juga bisa digunakan untuk foto bersama jika tidak ada orang lain di sekitar, sebagai bantuan kita juga bisa pakai tripod dan timer atau remote.

Kardus tripod
Tinggi tripod saat dilipat
Tripod sekarang sudah beragam dan memiliki bermacam-macam fitur. Mulai dari harga ratusan ribu, sampai yang jutaan juga ada tergantung bahan dan kualitas tripod itu. Ada tripod yang kecil dan sederhana yang digunakan untuk traveling dan ada pula yang tinggi dan komplit yang di pakai untuk para profesional. Ada yang berbahan alumunium dan ada pula yang berbahan serat carbon yang ringan tapi kuat.

Sebenarnya saya bukan seorang profesional fotografi, hanya sebagai hobi saja jadi saya tidak butuh tripod yang terlalu besar, dan tidak juga yang terlalu kecil. Tidak perlu juga yang berbahan karbon. Anggarannya pun tidak terlalu besar, hanya mencari tripod yang harganya sekitar 500 ribuan atau paling mahal juga 600 ribu. Saya mencari-cari dari berbagai referensi akhirnya jatuh pilihan pada Velbon EX-640. Penampilannya hitam, legam, elegan dan gagah.
Spesifikasi umum ;
Berat                                         : 1670 g
Tinggi Maksimal                      : 170 mm
Material                                    : Alumunium
Kapasitas maksimum               : 3kg
Panjang ketika di lipat              : 53.5cm

Dari yang tertulis di spesifikasi bahwa materialnya adalah alumunium, walaupun tidak seluruhnya berbahan alumunium. Ini wajar saja karena ini termasuk tripod kelas entru level. Penyangga tengah dan leher tripod terbuat dari plastik, walaupun demikian bahannya terlihat berkualitas dan cukup kokoh. Daya topang maksimal sampai 3kg, saya rasa sudah cukup untuk menopang kamera kelas menengah dengan lensa yang tidak terlalu besar.

Tripod ini tidak memiliki ball head seperti pada tripod kelas atas, tapi kepala tripod sebagai dudukan kamera kameranya sudah dilengkapi dengan quick release yang memudahkan saya untuk melepas dan memasang kamera ke tripod. Kepala ini menyatu dengan tripod jadi tidak bisa dilepas. Tripod memiliki empat seksi kaki, dalam spesifikasi di tulis bahwa maksimal tingginya 170cm, tapi setelah saya coba ternyata bisa lebih. Ketika semua kakinya di buka penuh dan leher penyangga ditarik penuh tingginya melampai tinggi saya, tinggi saya sekitar 176cm. Jika di turunkan tinggi berdiri tripod ini sekitar setengah meter.
 
Tinggi Tripod tanpa ditarik leher tripod
Setiap bagian kepala memiliki pengunci. Bagian pegangan juga selain berfungsi untuk pegangan tripod juga bisa diputar untuk melepas pengunci vertikal. Pada bagian leher penyangga tengah, untuk menaikkan dan menurunkannya tidak perlu repot-repot menariknya, cukup diputar saja. Paket pembeliannya sudah diberikan tas untuk memudahkan membawa tripod, ini menarik.
Pegangan tripod sekaligus untuk melepaskan kunci agar tripod bisa di putar vertikal, pegangan ini terbuat dari alumunium
Tuas untuk menaikan atau menurunkan leher tripod
Pengunci leher tripod. Sebelum diputar terlebih dahulu buka penguncinya dulu
Tripod ini bisa di gerakan dalam 3 arah. Diputar horizontal 360 derajat. Berguna sekali jika ingin membuat foto panorama atau panning. Diputar secara vertikal, putar ke atas dan ke bawah untuk merubah sudut pandang kamera. Diputar bagian holder untuk membuat orientasi memotret kamera baik itu potrait atau landscape.
 
Holder kamera dengan posisi vertikal atau portrait
Tuas pengunci
Secara umum kualitas bahannya terbilang baik, memang ini tidak berbahan karbon tapi bahannya masih berkualitas. Berat berat tripod hanya 1,6 kg juga tidak terlalu berat saya rasa masih enak untuk dibawa berpergian. Untuk harga saya membeli tripod ini online dengan harga 540ribu. Terbilang murah jika dibandingkan dengan merk seperti mamprtoto dll. Memang masih ada yang harganya di bawah ini, silahkah semua pilhan bergantung pada yang beli. Semoga review singkat ini membantu.

Lebih jelasnya bisa lihat foto di bawah.
Kepala tripod dengan Quick Release
Quick Release, butuh koin Rp 1000 untuk mengencangkannya ke kamera
4 seksi kaki tripod
Bubble level sebagai indikator tripod 

Jumat, 12 Agustus 2016

Selamat Datang Di Era Mirrorless



Semakin hari kamera DSLR semakin canggih dan semakin kaya fitur, sebagian ada yang masih berbentuk kompak, tapi sayangnya D-SLR yang canggih ukurannya juga semakin besar. Tidak semua orang menginginkan kamera canggih dengan ukuran yang besar. Terutama bagi mereka yang sering berpergian, membawa D-SLR yang besar adalah suatu ganjalan.
Mirrorless adalah jawaban atas semua itu, dengan kualitas gambar yang setara dengan DSLR, lensa yang bisa diganti-ganti plus ukuran tubuhnya yang lebih ringkas dari DSLR. Tak heran jika kamera mirrorless semakin disukai.

Tunggu dulu, apa itu Mirrorless?
Secara harfiah, kamera mirrorless berarti kamera tanpa cermin (mirror = cermin, less = tanpa/hilang). Walau begitu bukan berarti bahwa kamera poket, kamera smartphone atau kamera non D-SLR adalah mirrorless karena tidak memiliki cermin.

Kamera mirrorless lebih tepatnya mengacu pada mirrorless interchangeable lens camera (MILC), yaitu sistem kamera yang lensanya bisa dilepas-pasang atau diganti, tetapi tidak dilengkapi cermin seperti DSLR. Absennya cermin ini secara langsung berdampak pada ukuran kamera mirrorless yang umumnya jauh lebih ringkas ketimbang DSLR.Dari segi fitur kamera mirrorless mirip kamera DSLR, tapi pada mirroless tidak ada cermin untuk jendela bidik, sebagai gantinya kamera mirrorless menggunakan jendela bidik elektronik, atau juga live view pada layar kamera.

Tren pasar
Awalnya orang mungkin mengira ini kamera yang aneh, ditambah harganya juga mahal. Tapi perlahan pasti konsumen justru terbawa arus tren, sekarang era kamera mirrorless telah datang.Untuk urusan harga juga, semakin ke sini harga kamera mirrorless juga semakin murah. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu saat pertama muncul kamera dibandrol dengan harga yang cukup tinggi. Lensa dan aksesoris yang semakin beragam ikut meningkatkan minat pembeli.

Berdasarkan Data Camera & Imaging Product Association (CIPA), kepopuleran kamera DSLR semakin menurun setiap tahunnya di seluruh belahan dunia. CIPA mencatat, populasi kamera berjenis mirrorless telah mengalahkan kamera DSLR di kawasan Asia yang sudah mencapai angka 40,79%, sementara di Jepang presentasenya 21,07% sejak 2015.

Selain itu, riset The NPD Group menyebutkan dalam satu tahun terakhir, pangsa pasar kamera DSLR terus mengalami penurunan hingga 15%. Sementara itu, kamera berjenis mirrorless terus tumbuh hingga 16,5% yang didominasi dari kawasan Asia hingga mencapai 40,79%.

Beberapa waktu yang lalu Sony dengan seri A7 mengeluarkan kamera mirrorless full frame pertama di dunia. Ini artinya kemampuan mirrorless sudah bisa disetarakan dengan DSLR. Bahkan produsen kamera Medium format Hesselblad mengeluarkan kamera mirrorless medium format pertama di dunia. Hasilnya kamera full frame yang berat dan besar bisa di ringkas ukurannya dan beratnya bisa seberat kamera APS-C.

Sony A7 series, kamera mirrorless Full Frame pertama di dunia
Di pasar D-SLR dominasi Nikon dan Canon semakin tak terbantahkan, bahkan produsen yang lain seakan harus menyerah terhadap dua raksasa fotografi digital tersebut. Nyaris tidak ada produk dari Nikon atau Canon yang gagal di pasaran. Alhasil produsen lain hanya menjadi penghias bangku cadangan saja. Padahal produsen D-SLR begitu banyak. Sony, Fujifilm, Kodax, Pentax dan Panasonic, belakangan Samsung juga ikut berkecimpung pasar ini. Tapi perlahan produsen-produsen tersebut seakan tenggelam. Di toko-toko kamera di Bandung, nyaris tak terlihat kamera selain merek Canon dan Nikon.

Fujifilm X-T series yang laris bak kacang goreng
Semua lain lagi di pasar mirrorless, Nikon dan Canon justru cenderung terlambat terjun di pasar ini. Hasilnya mereka tidak dominan di pasar ini. Walaupun kamera mirrorless mereka sekarang sudah beragam. Canon dengan seri EOS M dan Nikon dengan seri Nikon 1.

Di pasar kamera mirrorless, semuanya tampak bersaing kompetitif. Untuk sementara ini Sony adalah pemimpin pasar mirrorless. Beberapa waktu lalu Sony sempat meninggalkan pasar DSLR. Tapi konon katanya Sony berencana kembali terjun ke pasar D-SLR. Fujifilm yang sempat goyah seakan bangkit kembali dengan berbagai lini kamera mirrorless. Selain itu merek-merek yang lain seperti Panasonic, Olympus, Samsung bahkan Leica juga juga ikut bersaing. Di pasar mirrorless semua seakan berlomba-lomba dengan pasar yang yang beragam.

Mirorrless atau D-SLR?
Mari kita bicarakan kelebihan masing. Di kutif dari infofotografi.com inilah kelebihan masing-masing.

Kelebihan dari kamera mirrorless?

Lebih ringkas dan ringan: Saya bisa membawa lebih banyak lensa tanpa merasa keberatan. Biasanya kalau membawa satu set sistem DSLR, tas saya kurang lebih beratnya lima kg. Tapi dengan mirrorless, total beratnya di bawah tiga kg, cukup terasa saat jalan-jalan jauh dan naik gunung.

  1. Saat memotret street photography, atau human interest, orang-orang lebih tidak peduli sehingga memotret secara candid lebih enak.
  2. Sistem mirrorless mengandalkan live view dan jendela bidik elektronik. Kita bisa lihat dengan jelas apa fokus dan tidak, juga bisa melihat terang gelap/exposure, histogram, warna, efek khusus dengan jelas. Apa yang dilihat adalah apa yang akan didapatkan. Tidak ada tebak-tebakan dan terkejut seperti di kamera DSLR.
  3. Adaptabilitas kamera mirrorless tinggi, karena kita bisa menggunakan lensa lama atau lensa yang bukan semerek dengan adaptor. Untuk manual fokusnya lebih canggih dari kamera DSLR karena banyak kamera mirrorless punya fitur focus peaking.
  4. Bisa autofokus ke area mana saja, termasuk ke daerah tepi-tepi frame foto dengan mudah. Di kamera DSLR titik-titik fokusnya biasanya ngumpul di tengah. Kecepatan autofokus kamera mirrorless generasi tahun 2014 juga sudah cepat.


Kelebihan dari kamera DSLR ?

  1. Jendela bidik optik lebih efektif (jernih, tidak silau, tidak makan daya baterai) saat memotret di kondisi yang sangat terang maupun gelap. Pegangan yang lebih besar dan dalam lebih mantap saat dipegang, terutama saat mengunakan lensa telefoto zoom. Meskipun kamera mirrorless saat ini menyediakan berbagai aksesoris seperti battery grip atau leathercase yang menurut saya cukup membantu.
  2. Tombol-tombol dan tuas kamera D-SLR biasanya lebih besar dan mudah ditemukan dan ditekan.
  3. Kapasitas baterai lebih tinggi. Satu baterai kamera DSLR yang di charge full biasanya cukup untuk satu hari jalan-jalan, sedangkan perlu sekitar 2-3 baterai untuk kamera mirrorless.
  4. Berat kamera kadang dapat membantu, terutama saat kamera di tripod dan angin cukup kencang. Kamera DSLR yang bobotnya lebih berat inersianya lebih tinggi sehingga tahan tiupan angin.
  5. Untuk pekerjaan, persepsi klien ke fotografer lebih baik. Fotografer yang mengunakan mirrorless belum dianggap serius.

Siapa pengguna Mirrorless?
Menurut saya, semua orang akan suka memakai kamera mirrorless. Jadi pengguna mirrorless tidak akan mengacu pada satu kalangan saja, tapi beragam. Orang yang awan fotografi sampai yang profesional sekalipun bisa menggunakan sistem kamera ini. Bagi teman-teman seorang fotografer traveling, melihat dari ukurannya mirrorless cocok mereka yang suka berpergian. Bagi teman-teman yang suka street photography, ukurannya yang kecil membuat orang tidak terlalu memperhatikan saat ingin memfoto candid. Dengan sistem lensa yang lengkap, fotografi profesional studio dengan peralatan yang lengkap juga bisa mengandalkan kamera Mirrorless.

Apakah mirrorless akan menggantikan DSLR?
Ini pertanyaan sulit, setidaknya untuk saat ini. Walaupun pengguna Mirrorless terus meningkat, masih sulit untuk menggeser DSLR. Sistem DSLR sekarang sudah sangat lengkap, dengan berbagai pilihan lensa dari berbagai merek untuk berbagai kebutuhan. Berbeda dengan mirrroless, walaupun semakin banyak pilihan lensanya masih sedikit jika di banding DSLR. Jadi menurut saya apakah Mirrorless akan menggantikan DSLR? Jawabannya hanya waktu yang tahu. Bisa saja mirrorelss menggeser DSLR, atau mungkin saja DSLR terus bertahan, atau bisa juga DSLR dan mirrorless berjalan berbarengan. Kita akan tahu jawabannya beberapa tahun ke depan, mungkin dalam lima tahun ke depan atau lebih cepat


Senin, 08 Agustus 2016

Menelusuri Surga Tersembunyi Pantai Taman Manalusu



Baru dengar nama Pantai Taman Manalusu? Itu wajar karena pantai ini begitu tersembunyi dari hingar-bingar. Awalnya saya juga tidak tahu nama pantai ini. Tapi setelah cari sana, cari sini, akhirnya saya tahu nama pantai ini. Ada yang menyebut namanya Pantai Manalusu ada pula yang menyebutnya Pantai Taman Manalusu.  Pantai ini terletak di Kec. Cikelet. Jika di hitung dari Google Map pantai ini berjarak sekitar 110km dari pusat kota Garut, jauh ya :D. tapi jika dari pantai Ranca Buaya hanya sekitar 15km.


Waktu itu saya tidak sengaja menemukan pantai ini. Sekitar akhir September 2015 sore hari waktu setempat, saya jalan-jalan di sekitar pantai selatan. Saya pikir bosan lah kalau harus ke Ranca Buaya atau Santolo. Akhirnya kami terus jalan menelusuri pantai selatan Garut. Setiba di perbatasan Kec. Cikelet atau sekitar 20 menit dari Pantai Ranca Buaya saya tertarik pada pemandangan hamparan karang yang terlihat indah dari kejauhan. Akhirnya kami memutuskan berhenti dan mengunjungi pantai tersebut. Hanya sebentar saja dari jalan raya kok jalan kaki juga bisa, bahkan dari jalan raya pantai ini juga sudah kelihatan. berbekal sebuah smartphone yang masih kekinian saya mengabadikan beberapa keindahannya.

Setiba di bibir pantai ini, mengejutkan. Hamparan karang-karang yang indah berwarna hijau. Sungguh aneh memang kenapa karang-karang ini berwarna hijau. Mungkin ini adalah sejenis ganggang laut. Hamparan batu karang ini terlihat indah.




Tak puas sampai di situ, saya juga menelusuri pantai ini lebih jauh, bersama teman saya terus berjalan menelusuri bibir pantai ini. Saya terus berlajan menelusuri hamparan pasir berwarna abu nya sangat indah. Yang menarik juga di pantai ini ada sebuah kolah alamai yang di buat dari aliran Sungai yang tersumpat oleh pasir pantai. 



Setelah masuk masuk ke bagian pantai bagian barat, saya menemukan taman bermain, di sana tersedia  ayunan, bangku-bangku di bawah pohon-pohon yang rindang. Mungkin ini sebabnya pantai ini di sebut Pantai Taman Manalusu.



Selah cukup lama berjalan kemudian saya berhenti, akhirnya saya sampai pada pemandangan hamparan batu karang hijau yang sangat indah dari kejauhan. Inilah hamparan karang itu, begitu indah dan sangat menawan sesekali ombak-ombak besar menerjang hamparan batu karang ini. sayapun mencoba berfose alakadarnya di hamparan karang ini.

Ah tidak, pose yang di atas jelek, mungkin saya harus berfose yang lebih cool, tenang aja itu bukan Clark Kent kok. ckreek...


Karena berhubung waktu yang udah sore dan langit yang sedikit agak mendung, jadi kami memutuskan untuk segera bergegas kembali pulang.

Sebagai informasi tambahan ternyata tumbuhan hijau yang menutupi batu-batu karang itu tidak sepanjang tahun ada. Karena dari beberapa pengalaman mengunjungi Pantai ini, hamparan batu karang hijau ini tidak selalu ada. Pada musim-musim tertentu batu karang ini hanya batu karang biasa. Tanpa ada hamparan tetumbuhan yang berwarna hijau ini.

Minggu, 07 Agustus 2016

Menikmati Pesona Pantai Rancabuaya


Pantai Rancabuaya memang sudah dikenal oleh orang-orang Garut dan sekitarnya, melegenda akan keindahannya. Walaupun memang pantai ini tidak seterkenal Santolo Pameungpeuk atau Pangandaran. Mungkin ini disebabkan waktu tempuh dan medan yang yang lebih berat dari Santolo. Faktor yang lain adalah, di sini memang tersedia berbagai pesona pantai yang menggoda tapi sedikit spot yang bisa di pakai untuk berenang dan berselancar ria layaknya di Santolo. Jadi bagi teman-teman yang sengaja pergi ke pantai untuk berenang memang akan sedikit mengecewakan. Terlepas dari itu pantai ini memiliki keindahan yang tiada duanya. Dan kadang orang menyebut Rancabuaya sebagai “perawan yang tersembunyi”.

Asal-muasal nama Rancabuaya memang saya tidak tahu pastinya dari mana karena sepanjang penjelajahan saya, saya tidak menemukan satu buaya pun, Hehe.  Berbekal satu motor dengan Pertamax full tank, serta satu buah kamera yang kekinian saya memulai penjelajahan saya.

Pantai Rancabuaya
Sekitar pantai Rancabuaya banyak pantai-pantai yang lain yang tidak kalah indahnya, di antaranya pantai Puncak Guha, Pantai Cica Lobak, Pantai Cidora. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Rancabuaya. Tapi kebetulan saya tidak sempat pergi ke sana. Yang saya jelajahi hanya sekitar pantai Rancabuaya.

Seorang anak sedang memancaing di tepi pantai.
Jika kita terus menelusuri pantai sampai ke ujung, maka akan menemukan menemukan pemandangan yang cetar ini


Fasilitas
Jika traveller mau menginap, tidak usah khawatir di sini telah tersedia berbagai penginapan mulai yang harga 100ribuan di sekitar rumah-rumah warga atau yang kelas VIP. Ada berbagai penginapan yang tersedia yang paling terkenal adalah VIlla Jaya sakti. Di sini disediakan penginapan yang biasa dan yang VIP. Untuk kuliner juga tidak perlu khawatir, berbagai macam kuliner sea food tersedia di sepanjang garis pantai. Mesjid dan tempat wudu juga tidak akan susah ditemukan.

Sebuah saung dengan pepohonan yang rindang berada tepat di bibir pantai.

Pemandangan Di atas Pantai Rancabuaya
Tiket masuk
Sebenarnya tata kelola pantai ini belum dilaksanakan dengan baik jadi untuk urusan tiket belum terkordinasi dengan baik. Hanya di hari-hari libur dan weekend pos penjagaan di di jaga oleh petugas tiket. Selebihnya siapa pun bisa keluar masuk tanpa dipungut biaya. Tapi jika lagi di jaga, maka traveller harus membayar Cuma Rp 5.000, murah kan.


Tidak jauh dari pantai, hanya tinggal naik saja sedikit kita akan menemukan hamparan padang rumput yang indah
Pantai Cica Lobak yang berada tidak Jauh dari Rancabuaya.
Lokasi dan rute perjalanan
Lokasi pantai Rancabuaya terletak di Kecamatan Caringin Kab Garut. Rute perjalanan jika ditempuh dari kota Garut maka berjarak sekitar 100KM atau sekitar 4 jam perjalanan. Jika di hitung dari pantai Santolo sekitar 1,5 jam perjalanan atau sekitar 45km. Ada berbagai rute untuk sampai ke pantai ini.

Pertama rute Garut-Bungbulang-Rancabuaya. Ini adalah rute paling dekat sekitar 100km perjalanan. Medannya  berliku-liku dan melewati jurang dan gunung, lebar jalan berpariasi dari yang lebar sampai hanya masuk 2 mobil. Jadi saran-saya harus seorang Driver yang sudah handal untuk rute ini.

Kedua Rute Garut- Pameungpeuk-Rancabuaya. Ini rute yang jauh tapi sangat mengasyikan. Karena dari pemeungpeuk sampai Rancabuaya  sepanjang jalan traveller semua akan di suguhi panorama pantai-pantai selatan yang indah.

Rute ketiga dari bandung, ini memang tidak dianjurkan untuk warga Garut. Tapi jika traveller dari daerah Bandung, atau Jakarta bisa memakai rute ini. Rancabuaya berjarak sekitar 80 KM dari Pangalengan Bandung. Maka kalau di hitung dari Kota Bandung maka sekitar 3-4 jam perjalanan. Ini akan sangat menghemat waktu jika harus memutar ke arah Garut Kota dulu. Jalan dari Pengalengan sampai Rancabuaya telah mulus di hotmix tapi medan masih cukup berat karena jalur yang berbelok-belok serta naik dan turun yang ekstrim, jadi perlu seorang pengemudi yang sudah terbiasa untuk melewati medan ini.

Bagi traveller semua mangga silahkan nikmati panorama Pantai Rancabuaya ini.