Jumat, 12 Agustus 2016

Selamat Datang Di Era Mirrorless



Semakin hari kamera DSLR semakin canggih dan semakin kaya fitur, sebagian ada yang masih berbentuk kompak, tapi sayangnya D-SLR yang canggih ukurannya juga semakin besar. Tidak semua orang menginginkan kamera canggih dengan ukuran yang besar. Terutama bagi mereka yang sering berpergian, membawa D-SLR yang besar adalah suatu ganjalan.
Mirrorless adalah jawaban atas semua itu, dengan kualitas gambar yang setara dengan DSLR, lensa yang bisa diganti-ganti plus ukuran tubuhnya yang lebih ringkas dari DSLR. Tak heran jika kamera mirrorless semakin disukai.

Tunggu dulu, apa itu Mirrorless?
Secara harfiah, kamera mirrorless berarti kamera tanpa cermin (mirror = cermin, less = tanpa/hilang). Walau begitu bukan berarti bahwa kamera poket, kamera smartphone atau kamera non D-SLR adalah mirrorless karena tidak memiliki cermin.

Kamera mirrorless lebih tepatnya mengacu pada mirrorless interchangeable lens camera (MILC), yaitu sistem kamera yang lensanya bisa dilepas-pasang atau diganti, tetapi tidak dilengkapi cermin seperti DSLR. Absennya cermin ini secara langsung berdampak pada ukuran kamera mirrorless yang umumnya jauh lebih ringkas ketimbang DSLR.Dari segi fitur kamera mirrorless mirip kamera DSLR, tapi pada mirroless tidak ada cermin untuk jendela bidik, sebagai gantinya kamera mirrorless menggunakan jendela bidik elektronik, atau juga live view pada layar kamera.

Tren pasar
Awalnya orang mungkin mengira ini kamera yang aneh, ditambah harganya juga mahal. Tapi perlahan pasti konsumen justru terbawa arus tren, sekarang era kamera mirrorless telah datang.Untuk urusan harga juga, semakin ke sini harga kamera mirrorless juga semakin murah. Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu saat pertama muncul kamera dibandrol dengan harga yang cukup tinggi. Lensa dan aksesoris yang semakin beragam ikut meningkatkan minat pembeli.

Berdasarkan Data Camera & Imaging Product Association (CIPA), kepopuleran kamera DSLR semakin menurun setiap tahunnya di seluruh belahan dunia. CIPA mencatat, populasi kamera berjenis mirrorless telah mengalahkan kamera DSLR di kawasan Asia yang sudah mencapai angka 40,79%, sementara di Jepang presentasenya 21,07% sejak 2015.

Selain itu, riset The NPD Group menyebutkan dalam satu tahun terakhir, pangsa pasar kamera DSLR terus mengalami penurunan hingga 15%. Sementara itu, kamera berjenis mirrorless terus tumbuh hingga 16,5% yang didominasi dari kawasan Asia hingga mencapai 40,79%.

Beberapa waktu yang lalu Sony dengan seri A7 mengeluarkan kamera mirrorless full frame pertama di dunia. Ini artinya kemampuan mirrorless sudah bisa disetarakan dengan DSLR. Bahkan produsen kamera Medium format Hesselblad mengeluarkan kamera mirrorless medium format pertama di dunia. Hasilnya kamera full frame yang berat dan besar bisa di ringkas ukurannya dan beratnya bisa seberat kamera APS-C.

Sony A7 series, kamera mirrorless Full Frame pertama di dunia
Di pasar D-SLR dominasi Nikon dan Canon semakin tak terbantahkan, bahkan produsen yang lain seakan harus menyerah terhadap dua raksasa fotografi digital tersebut. Nyaris tidak ada produk dari Nikon atau Canon yang gagal di pasaran. Alhasil produsen lain hanya menjadi penghias bangku cadangan saja. Padahal produsen D-SLR begitu banyak. Sony, Fujifilm, Kodax, Pentax dan Panasonic, belakangan Samsung juga ikut berkecimpung pasar ini. Tapi perlahan produsen-produsen tersebut seakan tenggelam. Di toko-toko kamera di Bandung, nyaris tak terlihat kamera selain merek Canon dan Nikon.

Fujifilm X-T series yang laris bak kacang goreng
Semua lain lagi di pasar mirrorless, Nikon dan Canon justru cenderung terlambat terjun di pasar ini. Hasilnya mereka tidak dominan di pasar ini. Walaupun kamera mirrorless mereka sekarang sudah beragam. Canon dengan seri EOS M dan Nikon dengan seri Nikon 1.

Di pasar kamera mirrorless, semuanya tampak bersaing kompetitif. Untuk sementara ini Sony adalah pemimpin pasar mirrorless. Beberapa waktu lalu Sony sempat meninggalkan pasar DSLR. Tapi konon katanya Sony berencana kembali terjun ke pasar D-SLR. Fujifilm yang sempat goyah seakan bangkit kembali dengan berbagai lini kamera mirrorless. Selain itu merek-merek yang lain seperti Panasonic, Olympus, Samsung bahkan Leica juga juga ikut bersaing. Di pasar mirrorless semua seakan berlomba-lomba dengan pasar yang yang beragam.

Mirorrless atau D-SLR?
Mari kita bicarakan kelebihan masing. Di kutif dari infofotografi.com inilah kelebihan masing-masing.

Kelebihan dari kamera mirrorless?

Lebih ringkas dan ringan: Saya bisa membawa lebih banyak lensa tanpa merasa keberatan. Biasanya kalau membawa satu set sistem DSLR, tas saya kurang lebih beratnya lima kg. Tapi dengan mirrorless, total beratnya di bawah tiga kg, cukup terasa saat jalan-jalan jauh dan naik gunung.

  1. Saat memotret street photography, atau human interest, orang-orang lebih tidak peduli sehingga memotret secara candid lebih enak.
  2. Sistem mirrorless mengandalkan live view dan jendela bidik elektronik. Kita bisa lihat dengan jelas apa fokus dan tidak, juga bisa melihat terang gelap/exposure, histogram, warna, efek khusus dengan jelas. Apa yang dilihat adalah apa yang akan didapatkan. Tidak ada tebak-tebakan dan terkejut seperti di kamera DSLR.
  3. Adaptabilitas kamera mirrorless tinggi, karena kita bisa menggunakan lensa lama atau lensa yang bukan semerek dengan adaptor. Untuk manual fokusnya lebih canggih dari kamera DSLR karena banyak kamera mirrorless punya fitur focus peaking.
  4. Bisa autofokus ke area mana saja, termasuk ke daerah tepi-tepi frame foto dengan mudah. Di kamera DSLR titik-titik fokusnya biasanya ngumpul di tengah. Kecepatan autofokus kamera mirrorless generasi tahun 2014 juga sudah cepat.


Kelebihan dari kamera DSLR ?

  1. Jendela bidik optik lebih efektif (jernih, tidak silau, tidak makan daya baterai) saat memotret di kondisi yang sangat terang maupun gelap. Pegangan yang lebih besar dan dalam lebih mantap saat dipegang, terutama saat mengunakan lensa telefoto zoom. Meskipun kamera mirrorless saat ini menyediakan berbagai aksesoris seperti battery grip atau leathercase yang menurut saya cukup membantu.
  2. Tombol-tombol dan tuas kamera D-SLR biasanya lebih besar dan mudah ditemukan dan ditekan.
  3. Kapasitas baterai lebih tinggi. Satu baterai kamera DSLR yang di charge full biasanya cukup untuk satu hari jalan-jalan, sedangkan perlu sekitar 2-3 baterai untuk kamera mirrorless.
  4. Berat kamera kadang dapat membantu, terutama saat kamera di tripod dan angin cukup kencang. Kamera DSLR yang bobotnya lebih berat inersianya lebih tinggi sehingga tahan tiupan angin.
  5. Untuk pekerjaan, persepsi klien ke fotografer lebih baik. Fotografer yang mengunakan mirrorless belum dianggap serius.

Siapa pengguna Mirrorless?
Menurut saya, semua orang akan suka memakai kamera mirrorless. Jadi pengguna mirrorless tidak akan mengacu pada satu kalangan saja, tapi beragam. Orang yang awan fotografi sampai yang profesional sekalipun bisa menggunakan sistem kamera ini. Bagi teman-teman seorang fotografer traveling, melihat dari ukurannya mirrorless cocok mereka yang suka berpergian. Bagi teman-teman yang suka street photography, ukurannya yang kecil membuat orang tidak terlalu memperhatikan saat ingin memfoto candid. Dengan sistem lensa yang lengkap, fotografi profesional studio dengan peralatan yang lengkap juga bisa mengandalkan kamera Mirrorless.

Apakah mirrorless akan menggantikan DSLR?
Ini pertanyaan sulit, setidaknya untuk saat ini. Walaupun pengguna Mirrorless terus meningkat, masih sulit untuk menggeser DSLR. Sistem DSLR sekarang sudah sangat lengkap, dengan berbagai pilihan lensa dari berbagai merek untuk berbagai kebutuhan. Berbeda dengan mirrroless, walaupun semakin banyak pilihan lensanya masih sedikit jika di banding DSLR. Jadi menurut saya apakah Mirrorless akan menggantikan DSLR? Jawabannya hanya waktu yang tahu. Bisa saja mirrorelss menggeser DSLR, atau mungkin saja DSLR terus bertahan, atau bisa juga DSLR dan mirrorless berjalan berbarengan. Kita akan tahu jawabannya beberapa tahun ke depan, mungkin dalam lima tahun ke depan atau lebih cepat


Share This
Previous Post
Next Post

1 komentar:

  1. Nice info, sepertinya memang tren saat ini akan menuju ke mirrorless karena keunggulannya dibandingkan DLSR, tapi jika sudah nyaman pake DSLR mau ganti ke mirrorless rasanya ada yg kurang :D

    BalasHapus