Sabtu, 28 Mei 2016

Situ Cisanti, Keindahan Di Hulu Sungai Citarum



Sungai Citarum, sungai yang begitu melegenda di Tanah Sunda. Baik itu negatifnya (masalah banjir, sampah, dll) keindahannya juga melegenda. Jika kita menelusuri sungai Citarum sampai ke hulu, maka kita akan sampai di Situ Cisanti.  Situ Cisanti ini berada di kaki Gunung Wayang Pangalengan. Secara administratif berada di desa Tarumajaya Kec Kertasari Kab Bandung.


Situ Cisanti ini dikelilingi gunung-gunung dan hutan yang membuatnya terlihat sangat alami dan asri. Keunikan yang lain adalah jelas bahwa situ ini ada hulu Sungai Citarum yang membelah Jawa Barat. Bahkan di Situ ini kita bisa menyebrangi sungai Citarum hanya dalam satu langkah saja. Keunikan ini juga yang membuat Situ Cisanti ramai di kunjungi, tidak hanya muda mudi, orang tua dan keluarga juga ramai berdatangan ke situ ini. Bagi teman-teman yang mau nikah melaksanakan pre- wedding di sini juga oke.

Situ Cisanti
Menurut katanya, situ ini juga menyimpan sejarah. Situ Cisanti merupakan petilasan dari Dipatiukur untuk memimpin barisan untuk menyerang pemerintah Belanda. Menurut kabar juga, Bujangga Manik, putra Raja Padjajaran pada abad ke lima pernah mengunjungi Situ ini.
Fasilitas yang di sediakan di situ ini juga sudah lengkap, toilet, mushola bahkan penginapan juga sudah tersedia. Bagi yang mau menikmati suasana Cisanti di malam hari, di sini juga tersedia spot untuk berkemah di sekitar situ. Kalau lapar, maka banyak pula pedagang-pedagang yang berjualan di sekitar situ ini. Tempat parkir yang cukup luas membuat teman-teman leluasa untuk membawa kendaraan baik itu roda dua atau roda empat.

Area Masuk Situ Cisanti
Luas situ ini sebenarnya tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan situ Cileunca atau Waduk Saguling, bahkan kita ingin mengelilingi situ ini, bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Agak capek sih, tapi semua akan terbayar karena keindahannya.

Rute Perjalanan

Situ Cisanti berada kurang lebih 60 kilometer sebelah selatan Kota Bandung dapat di tempuh oleh kendaraan dua atau roda empat, kecuali roda tiga. Jika dari Bandung bisa diakses melalui dua jalur, jalur Pangalengan dan jalur Ciparai. Karena saya start dari Talegong Garut, maka jalur yang saya pakai adalah melalui Pangalengan. Dari Pangalengan bisa di tempuh kurang lebih 50-60 menit. Jalan yang dilalui sudah bagus, cuma beberapa saja yang terdapat lubang-lubang jalan. Melewati beberapa perkebunan teh. Jalur ini bisa dikatakan sepi, hanya sesekali kendaraan hilir mudik.


Jalur kedua adalah via Ciparau Lembur Awi Pacet Cibereum dan selanjutnya Kertasari. Saya belum nyoba jalur ini, tapi menurut google map jalur ini lebih dekat jika dari Bandung Kota. Bagi Traveller semua jika ingin mencoba bisa memakai salah satu jalur tersebut. sebelum mencoba silahkan galerinya terlebih dahulu.






Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: