Minggu, 25 September 2016

Gua Misterius Di Perkebunan Teh Cukul


Ketika saya hunting foto di daerah perkebunan Cukul (baca : Menjelajah keindahan Pangalengan), perhatian saya teralihkan ketika dari jauh saya melihat beberapa mulut Gua yang cukup misterius. Mulut Gua ini sudah terlihat dari jalan raya, yaitu tidak jauh dari Gapura yang bertulisakan Cukul. Dari kejauhan ada 3 buah mulut Gua. Saya cukup penasaran dengan ketiga gua ini. Sebenarnya bukan kali ini saya mengunjungi tempat ini, tapi baru kali ini saya melihat ketiga gua ini. Mungkin kah ini gua peninggalan Belanda?

Gua Pertama
Saya bertanya ke pada warga sekitar yang sedang memetik teh. Katanya gua-gua itu sudah ada sejak lama hanya baru-baru ini mulut gua di bersihkan. Mmmm jadi penasaran saya pun meneruskan perjalanan saya menuju pintu masuk Gua itu.

Gua-gua ini berada di sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi, dari jalan raya kita bisa berjalan kaki menuju gua atau pula menggunakan motor. Jaraknya tidak terlalu jauh, jika menggunakan motor  5 menit juga sampai.

Gua Kedua

Setelah sampai di sana, ternyata mulut gua itu tidak ada 3 tapi 4, hanya satu gua yang belum dibersihkan sehingga tidak kelihatan dari jauh. Saya mulai mengamati gua-gua itu satu persatu, karena berhubung saya sendirian (baca takut) jadi saya tidak masuk ke dalam. Hanya melihat-melihat di sekitar saja. Jarak ke empat gua ini berdekatan dan mungkin saja bahwa gua-gua ini saling menyambung satu dan yang lainnya. Kalau saja kita masuk mungkin kita akan tahu.

Baca Juga :
Situ Cileunca, SItu yang Romantis dan Eksotis
Menjelajah 9 Pantai Terindah Di Garut
Situ Cisanti, Keindahan Di Hulu Sungai Citarum

Gua pertama ini kita bisa lihat Fondasi gua yang terbuat dari beton yang tebal, di lihat betonnya juga sudah kelihatan ini bahwa Fondasi ini sudah sangat tua dengan tembok yang cukup tebal, mungkin di buat di jaman Belanda. Dilihat dari luar kelihatan bahwa gua ini memang dalam. Dari luar terdengar suara percikan air yang berjatuhan di dalam gua.

Gua Ketiga

Pada gua kedua, mulut gua belum dibersihkan jadi tidak kelihatan dengan jelas. Pada gua ke tiga dan ke empat, bentuknya hampir mirip dari luar tidak kelihatan ada fondasi tapi dari luar sudah kelihatan bahwa gua ini sama-sama dalam. Mungkin gua-gua ini menuju ke dalam sebuah ruangan yang menyatu dengan pintu gua-gua yang lain.

Gua Keempat
Goa ini tidak jauh dari tugu Cukul
Selain gua itu, perhatian saya juga teralihkan pada sebuah batu yang sangat besar. Yang membuat menarik batu ini terbelah secara sempurna menjadi dua bagian, tidak ada serpihan batu yang lain, sungguh misterius siapa yang membelah batu sebesar ini? Mungkinkah alam? Atau seseorang yang sakti mandraguna? Mmmmm entah lah.

Inilah batu besar yang misterius

Menjelajah Pangalengan Part II - Hunting Foto di Pangalengan

Melanjutkan cerita saya sebelumnya saat menjelajah Situ CileuncaTidak cukup hanya di Situ Cileunca, saya kembali meneruskan petualangan saya di Pangalengan. Kali saya hunting foto di beberapa daerah di Pangalengan, di antaranya perkebunan teh Pasir Malang, perkebunan teh cukul, Situ Cukul, Situ Ninah, dan Gua Peninggalan Belanda di Perkebunan Teh Cukul. Berikut Simak galeri fotonya:

Situ Ninah, Berada di Perkebunan Teh Pasir Malang
Geothermal Pangalengan dilihat dari perkebunan Cukul
Pemandangan Situ Cukul
Villa Jerman atau Villa Cukul
Perkebunan Teh Cukul
Untuk Mendapatkan pemandangan ini, saya harus naik bukit setinggi kurang lebih 200 M
Masih pemandangan dari atas bukit
Sisi lain dari pemandangan di atas Bukit
Pemandangan Setelah turun ke bawah
Pemandangan ini tidak jauh dari pabrik teh cukul
Pemandangan ini berada tidak jauh dari gerbang masuk Perkebunan Teh Cukul

Inilah Gua misterius yang membuat saya penasaran
Untuk Cerita mengenai Gua Cukul ini bisa di simak di sini

Kamis, 22 September 2016

Tentang Lensa Nikon AF-S Nikkor 50mm F/1.4 G



Sejak saya membeli lensa ini beberapa bulan yang lalu, lensa ini selalu menjadi favorit saya dalam memotret terutama untuk portrait close up atau portrait setengah badan. Lensa ini menghasilkan gambar yang tajam dan bokeh yang indah. Walaupun terkadang saya menggunakan lensa ini untuk pemandangan atau landscape. Pertimbangan yang lain adalah karena arpeture yang besar (F/1.4) maka lensa ini juga baik di gunakan saat kondisi low light.

Awalnya saya sempat bingung antara AF-S 50mm F/1.8 G dan AF-S 50mm F/1.4 G dengan perbedaan yang kecil (1.4 dan 1.8) dan bentuk fisik yang mirip tapi beda harga hampir 3X lipat. Demi kepuasan ego, pada akhirnya saya lebih memilih AF-S 50mm F/1.4 G.

Untuk kondisi tertentu, untuk foto pemandangan lensa ini juga oke. ISO : 100, f:50mm, f/8, 1/320s. Lokasi Danau Cilopang Garut.
Lensa ini diperuntukkan untuk kamera full frame (FX). Lensa ini juga bisa dipasangkan pada kamera APS-C (DX) dengan penyesuaian focal lenght (jarak fokal). Pada kamera APS-C (DX) maka jarak fokalnya akan setara dengan 75mm, lebih close up.
Lensa ini sangat ringan, hanya sekitar 280 gr dengan ukuran yang ringkas saya tidak kesusahan membawa lensa ini berpergian. Lensa ini sudah memiliki motor fokus di dalam lensa maka fokusnya sangat cepat, dan tidak berisik, walaupun kadang saya agak merasa kesusahan ketika memfoto objek yang bergerak. Karena memang lensa ini bukan lensa action. Menghasilkan warna yang akurat juga dengan latar belakang blur yang indah. Karena ini lensa fix lensa ini tidak bisa zoom. Untuk zoom kita harus melakukan secara manual, badan yang maju atau mundur, atau kaki kita yang melangkah maju atau mundur.

ISO : 500, f:50mm, f/2,2, 1/80s.
Ini adalah lensa yang tajam, bahkan hingga bukaan F1.4. Tapi seperti biasa, seperti semua lensa pada umumnya. Pada bukaan maksimal (f/1.4) Ketajaman lensa ini tidak setajam pada bukaan 2 ke atas. Konon katanya ketajaman terbaik lensa ini ada di f/4. Tapi saya jarang makai di apeture itu. Walaupun sebenarnya Saya juga jarang menggunakan pada bukaan 1.4. Biasanya saya menggunakan pada 1.8, 2, sampai 2.8 untuk portrait sedangkan untuk pemandangan biasanya 8 ke atas.

Lensa ini paling cocok untuk portrait setengah badan. ISO : 100, F:50mm, f/2, 1/400s. Speedlight: Godox V860 II N. Talent : Sofie Hady (@sofiehady94). Foto telah diedit dan dicrop.

ISO : 100, f:50mm, f/3.5, 1/125s. Speedlight Godox V860 II N. Tallent Tammy Ayu (@tammy_ayu). Foto telah diedit dan dicrop.
Walaupun AF-S 50mm F/1.4 G lebih baik tapi jika di bandingkan dengan AF-S 50mm F/1.8 G maka terpaut perbedaan yang tidak terlalu jauh. Hanya 1.4 dan 1.8 tidak terlalu jauh berbeda ketika dipakai di lapangan. Perbedaanya hanya 2/3 stop. Hanya saja ketika memakai lensa AF-S 50mm F/1.4 G, pemakaian di f/1.8 akan lebih baik. Pada AF-S 50mm F/1.4 G memiliki 8 elemen dan 7 grup optik. Sedangkan pada AF-S 50mm F/1.8 G memiliki 7 elemen dan 6 grup. Ini artinya ketika dipakai maka hasil yang di hasilkan AF-S 50mm F/1.4 G akan lebih baik. 

Saya juga tidak menemukan vigneting, atau area hitam di pinggiran foto. yaps, karena ini lensa untuk full frame (FX). Sensor APS-C lebih kecil jadi ketika dipakai untuk APS-C (DX) kita hanya memakai area tengah lensa saja.
ISO : 100, F:50mm, f/3,5, 1/25s. Talent : Zuzan Zaqiyah (@zuzanzaqiyah)
Lensa AF-S 50mm F/1.4 G memiliki 9 pisau diagpragma sedangkan AF-S 50mm F/1.8 G memiliki 7 pisau diagprahma. Hal ini berdampak pada hasil foto yang lebih baik, lebih bokeh dan lebih tajam.

Tapi jika memiliki anggaran yang terbatas, saya lebih menyarankan AF-S 50mm f/1.8 G. Karena secara perbandingan harga dan kualitas jauh lebih menarik. Di lapangan, f/1.4 dan f/1.8 perbedaannya hasil fotonya tidak terlalu signifikan. Tapi berbedaan harganya sangat-sangat signifikan. Perbedaannya hanya 2/3 stop tapi harus dibayar 3 kali lipat. Saya rasa 1.8 G jauh lebih Worth It!

Berikut saya tampilkan beberapa hasil foto dengan lensa ini pada bukaan maksimal:
ISO : 100, f : 50mm, f/1.4, 1/4000. Model : Terkorak Hidup

ISO : 800, F : 50mm, f/1.4, 1/640. Model : Model Dadakan

ISO : 200, f : 50mm, f/1.4, 1/1250
ISO : 100, f;50mm, f/1.4, 1/200s.  
Untuk hasil yang lainnya teman-teman bisa lihat di instagram : @adrasa_id

Senin, 05 September 2016

Menjelajahi 9 Pantai Terindah Di Garut



Garut memiliki garis pantai yang sangat panjang, lebih dari 70 KM membentang dari perbatasan Cidaun (Cianjur) hingga Cagar alam Leuweung Sancang. Sepanjang garis pantai itu banyak bertebaran pantai-pantai yang indah dan mempesona.

Saya rasa tidak akan puas kalau hanya melihat keindahan itu hanya dari foto saja, saatnya kita menjelajahi semua keindahan itu. Saya mempunyai misi pribadi untuk menjelajahi pantai-pantai itu. Ada banyak pantai yang indah di Garut tersebar di 5 kecamatan yang berbeda. Dalam misi kali ini saya akan menjelajahi 9 pantai terindah itu. Mungkin dalam misi yang lain saya bisa menjelajahi sisanya, dan mencari lagi pantai-pantai yang lain sekitar Garut Selatan. Dengan membawa perlengkapan dan persediaan yang cukup dengan Pertamax full tank dan sebuah kamera yang masih kekinian saya memulai perjalanan panjang ini.

Peta lokasi 9 Pantai di Garut
Pada misi yang mulia ini, pantai pertama yang akan saya jelajahi adalah yang paling timur sebelum perbatasan menuju Cianjur, yaitu Pantai Cidora yang berada di Kecamatan Caringin. Setelah itu saya terus menjelajahi ke arah barat sampai ke Pantai Cijeruk Indah di Kecamatan Cibalong. 

Perkiraan jarak menurut Google Maps
Menurut perkiraan Google Maps, jarak yang akan di tempuh menuju Pantai Cidora sekitar 100 KM, atau sekitar 3 jam lebih perjalanan. Sedangkan Pantai Cijeruk berada 51 KM dari Pantai Cidora atau 1 jam setengah perjalanan. Di tambah perjalanan pulang dari Pantai Cijeruk menuju rumah sekitar 102 KM. Maka sekitar 253 KM jarak yang harus saya tempuh dalam misi ini, mungkin ditambah belok sana belok sini kita bulatkan saja 255 KM. Lalu apakah perjalanan jauh saya akan terbayar? Mari kita simak selanjutnya.Berikut 9 pantai terindah Di Garut yang telah saya jelajahi. (link ulasan tersedia)

1. Pantai Cidora
Pantai Cidora
Pantai cantik ini berada di Desa Purbayani Kecamatan Caringin berada tidak jauh dari Pantai Rancabuaya. Walau bersebelahan dengan Ranca Buaya tidak membuat pantai ini ramai pengunjung padahal pantai ini mempunyai kecantikan yang istimewa yang tidak ada di pantai lain. Pantai ini memiliki hamparan batuan karang dan pasir abu yang indah. Selain itu jika lautnya surut kita bisa melihat kolam-kolam laut alami yang indah. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.

2. Pantai Rancabuaya
Pantai Ranca Buaya
Perlahan tapi pasti Pantai Rancabuaya semakin menjadi primadona tujuan wisatawan. Bukan tanpa alasan, selain memiliki pesona yang tiada duanya pantai ini sudah memiliki fasilitas yang lengkap Hamparan pasir putih yang indah dan hamparan batuan karang yang eksotis, ini adalah pantai yang wajib kalian kunjungi jika berkunjung ke Garut. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.

3. Pantai Puncak Guha
Pantai Puncak Guha
Jika di Bali punya Pantai Uluwatu yang mengagumkan, tidak kalah mengagumkan maka Garut juga punya Pantai Puncak Guha. Pantai ini adalah bukti nyata kemegahan Pantai Garut Selatan. Tidak seperti pantai umumnya, Puncak Guha berupa tebing yang tinggi. Di atas tebing ini kita bisa melihat pemandangan yang sangat mengagumkan yang tidak ditawarkan oleh pantai yang lain. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.

4. Pantai Cicalobak
Pantai Cica Lobak
Pesona pantai Bali terasa di pantai ini, sekilas pantai ini mengingatkan saya pada Tanah Lot di Bali. Pantai dengan batuan karang yang besar tersebar sepanjang bibir pantai. Pantai ini mempunya hamparan pasir hitam yang indah dengan muara sungai yang asri. Cantik dan mempesona. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.

5. Pantai Taman Manalusu
Pantai Taman Manalusu
Begitu asli dan tersembunyi dari keramaian, pantai ini berada di Kecamatan Cikelet berada sekitar 110 KM dari pusat Kota Garut. Tenang saja, semua perjalanan jauh kita akan terbayar di pantai ini. Pada musim-musim tertentu hamparan batu karang yang indah ini akan ditumbuhi oleh sejenis gang-gang laut yang membuat semakin indah. Simak cerita dan galeri foto lengkapnya di sini.

6. Pantai Santolo
Pantai Santolo
Inilah pantai yang paling terkenal di Garut. Jika diibaratkan Pantai Santolo ini ibarat seorang bintang rock yang sangat terkenal. Ini adalah pantai yang paling wajib kita datangi jika berkunjung ke Garut. Pantai ini adalah ikon Kota Garut bahkan mungkin pantai ini lebih di kenal dari pada Garut itu sendiri. Pemandangan yang indah dan fasilitas yang lengkap menjadikan para wisatawan tidak berhenti datang ke pantai ini. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.

7. Pantai Sayang Heulang

Suasana Golden Hour di Pantai Sayang Heulang.
Pantai yang berada bersebelahan dengan Pantai Santolo ini juga tidak kalah menarik. Jika berkunjung ke Santolo kita juga bisa sekalian main ke Sayang Heulang. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.

8. Pantai Karang Paranje
Pantai Karang Paranje
Lagi-lagi pesoan pantai Bali terasa di pantai Garut. Di bibir pantai ada batu karang raksasa dan sebuah Gazebo yang mengingatkan saya dengan Pura Lot di Bali. Selain itu, pantai ini mempunyai muara sangat yang indah. Simak cerita dan galeri foto lengkapnya di sini.

9. Pantai Cijeruk Indah
Pantai Cijeruk Indah
Perawan yang tersembunyi inilah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan pantai ini. Berada di paling barat sebelum menuju Leuweung Sancang. Pantai yang indah ini belum ramai di kunjungi padahal mempunyai potensi pariwisata yang indah. Hamparan pasir putih menghampar luas. Deburan ombak berseteru dengan aliran air dari muara sungai menjadikan pemandangan yang sangat indah. Simak ulasan dan galeri foto lengkapnya di sini.  

Itulah 9 pantai yang telah saya jelajah, masih banyak pantai lagi yang belum dijelajah diantarnya yaitu Pantai Karang Gajah di Leuweung Sancang, Pantai Karang Tepas, dll. Untuk menuju Pantai Karang Gajah harus melewati Leuweung Sancang yang sudah terkenal sangat keramat. Satu lagi Tepas, berada di dekat Cijayana, saya juga belum tahu letaknya di mana. next trip saya akan jelajahi semuanya. aminnn.

Baca juga:
Pantai Karang Tepas, Pantai dan Tebing Yang Mengagumkan
Rupit, Leuwi Jurig tempat yang asyik untuk berfoto
Gua Misteris Di Perkebunan Teh Cukul

Sabtu, 03 September 2016

Pantai Cijeruk Indah, Perawan Yang Tersembunyi



Pantai Cijeruk Indah ini berada di Kecamatan Cibalong, sekitar 6 KM dari Pantai Karang Paranje. Perjalanan menuju pantai ini sangat mengasikan karena kita akan disuguhi hamparan perkebunan karet di yang terlihat romantis. Asli beneran!!! Belakangan ini memang foto-foto di perkebunan karet Mira Mare ini menjadi nge-hits banget di sosmed instagram dan path. Ketika melintasi perkebunan karet ini mengingatkan saya pada jalanan sekitar New York di film Auntum In New Yourk. Saya baru tahu di Garut ada tempat semacam ini. Haha. Sayang karena berhubung waktu yang semakin sore saya tidak banyak mengambil foto di Mira Mare.

Jalan Mira Mare
Asal usul nama pantai ini saya juga tidak tahu karena setelah pergi ke sini tidak ada satu pun pohon jeruk yang tumbuh di pantai ini. Kemudian saya mencicipi air laut di sini, kali saja rasa jeruk. Ternyata tidak, rasanya masih asin seperti pantai-pantai yang lain.

Saya juga tidak sempat menanyakan ke warga sekitar karena di sini sepi. Bibir pantai berada sedikit jauh dari perumahan warga. Sementara itu di pantai ini ada sebuah pos. Ini adalah pos penjagaan konservasi Leuweung Sancang. Jadi jika teman-teman ingin pergi ke Leuweung Sancang terlebih dahulu harus melapor ke pos ini.
Sebenarnya pantai ini memiliki potensi wisata yang bagus. Pantai ini mempunyai hamparan pasir putih yang indah, sementara di seberang sungai tersaji pemandangan hutan. Apakah itu Leweung Sancang? Kalau di lihat dari peta sih kayanya iya. Dari sebab itulah saya belum mau menyeberang ke hutan itu, cukup menikmati pemandangannya di sekitar pantai saja. Pantai ini mempunyai muara sungai yang sangat besar, air tenang mengalir indah menuju ke bibir pantai. Air muara bersatu dengan damai bersama ombak laut. Ombak di pantai ini terbilang tenang hamparan serta kemiringan pantainya juga cukup untuk berenang di sekitar pantai.


Menikmati pemandangan di sini sungguh menenangkan, selain karena pantai ini memiliki pemandangan yang indah dan damai, pantai ini juga masih sepi pengunjung. Jika kalian menginginkan pantai yang penuh kedamaian maka pantai ini cocok. Tidak ada tiket masuk ke pantai ini, tidak ada juga penginapan yang tersedia. Hanya kalau warung atau kios warga saja yang terlihat. Untuk mesjid dan toilet tersedia di dekat perkampungan warga. Untuk tempat parkir tidak usah khawatir, pantai ini sudah tersedia parkir yang cukup luas baik itu kendaraan roda empat atau pula roda dua.



Berhubung hari sudah sore, jadi saya tidak terlalu lama di pantai ini setelah cukup mengambil foto kemudian saya kembali bergegas untuk pulang, maklum perjalanan masih jauh. Buat kalian, silahkan nikmati keindahan pantai ini lewat foto. Hehe





Pantai Karang Paranje, Pantai Indah Yang Masih Perawan



Karang Paranje berada sekitar 16 KM dari pantai Sayang Heulang atau perjalanan sekitar 30 menit dengan kendaraan. Karang Paranje berada di Kecamatan Cibalong Garut, kecamatan paling ujung dari Garut Selatan. Jika di hitung dari pusat kota Garut maka jaraknya sekitar 96 KM atau sekitar 3 jam lebih perjalanan. Menemukan pantai ini juga tidak susah, karena pas pintu masuk ada papan nama yang menunjukkan pintu masuk pantai Karang Paranje. Dari pintu masuk itu maka kita hanya terus masuk jaraknya tidak terlalu jauh menuju pantai.



Jika kita membawa kendaraan roda dua, maka kita bisa membawa masuk kendaraan kita hingga sampai bibir pantai. Jika roda empat, maka kita hanya bisa menyimpan kendaraan di tempat parkiran lumayan agak jauh harus berjalan menuju pantainya.

Sesampainya di pantai kita akan diberi pemandangan yang menakjubkan. Ada batu karang yang besar yang mirip pulau Lot di Bali. Hahah. Aneh ya, Cicalobak mirip Tanah Lot, Karang Paranje juga mirip Pulau Lot, mungkin karena efek mata saya saja yang lagi ngidam Bali kayanya, hahah. Di atas batu karang yang besar ini ada sebuah bangunan gazebo tempat berteduh. Jika di Pulau Lot ada Pura, kalau di sini cukup Gazebo saja. Batu karang yang besar ini terbelah menjadi dua bagian, bagian sebelah barat mempunyai ukuran yang lebih kecil. Di celah antara batu karang itu deburan ombak menerobos masuk menuju muara sungai. Di batu karang yang besar ini biasanya banyak pemancing, ada pula muara sungai yang mengalir langsung ke laut.


Pantai yang indah ini terbilang masih perawan, begitu asli, jauh dari keramaian dan sepi pengunjung. Hanya beberapa pemancing dan warga yang sedang lari-lari. Bagi teman-teman yang suka menyepi sepertinya pantai ini cocok buat Anda. Terlihat juga di sini belum terdapat fasilitas-fasilitas yang memadai. Saya tidak melihat penginapan atau rumah makan di sekitar sini. Tapi kalau untuk mesjid dan toilet sudah tersedia di dekat perkampungan warga. Untuk tempat parkir juga kita bisa menyimpan kendaraan di lapang dekat pintu masuk atau bagi yang memakai roda dua kita bisa terus masuk hingga bibir pantai.



Berhubung waktu, saya tidak bisa berlama-lama di pantai ini. Setelah berkeliling sebentar dan mengambil cukup foto saya kembali melanjutkan perjalanan saya menuju partai Pantai Cijeruk.