Sabtu, 03 September 2016

Pantai Cicalobak, Pantai Garut Rasa Bali


Setelah puas foto-foto dan sarapan di Puncak Guha saya kembali meneruskan petualangan saya menuju Pantai Cica Lobak. Pantai Cica Lobak ini terletak di Kecamatan Mekarmukti sekitar 10 menit dari Pantai Puncak Rancabuaya. Di antara warga di sekitar sini Pantai Cicalobak ini sudah sangat terkenal, jadi tidak usah khawatir akan tersesat, tinggal bertanya saja. Selain itu pantai ini juga terlihat mencolok dari jalan raya juga sudah terlihat keindahan pantai ini.
 
Pantai Cicalobak dilihat dari atas jalan
Apa yang menarik dari pantai yang terletak 120 KM dari pusat Kota Garut ini? Apakah perjalanan jauh saya akan terbayar? Mari kita lihat fotonya, saperti yang saya katakan pantai ini mirip sama Tanah Lot di Bali, tidak mirip banget sih, hanya sedikit saja lumayanlah dari pada harus jauh-jauh ke Bali. Sebenarnya saya juga belum pernah ke Tanah Lot, hanya lihat lewat foto saja. Jika di lihat dari Foto memang kelihatan pantai ini tidak terlalu mirip. Biar lebih dramatis, anggap saja mirip.

Sesampainya di Bali (eh maaf Cicalobak maksud saya), di pintu masuk di jaga oleh penagih tiket, kita diharuskan untuk membeli tiket seharga Rp 5.000 saja (sudah include sama parkir). Di hari libur panjang pantai ini cukup ramai di kunjungi berhubung saya datang tidak di hari libur panjang jadi pantai ini terlihat sepi pengunjung. Hanya ada beberapa orang saja yang berkunjung ke pantai ini.

Pesona pantai ini adalah batu karang yang besar besar dan menghampar sepanjang garis pantai. Jika saya teliti batu karang ini mirip bebatuan dari lava yang membeku. Menurut analisis ngawur saya mungkin saja jutaan tahun yang lalu ketika pantai ini terbentuk, lapisan magma membeku ikut terangkat ke permukaan. Terkikis selama jutaan tahun oleh deburan ombak maka jadilah hamparan batu karang yang indah ini. Setelah saya teliti kembali karakteristik karang-karang ini mirip dengan bebatuan karang di Tanah Lot, jangan terlalu serius, anggap saja mirip. Selain itu Cicalobak juga mempunyai hamparan pasir hitam yang menjorok ke dalam hilir sungai.

Cicalobak di lihat dari muara sungai
Ada banyak fasilitas yang tersedia di sini, mushola untuk sholat, warung, dan toilet juga ada hanya saja tidak terurus dengan baik. Mesjid terlihat kotor dan berantakan sementara itu toliet terlihat kumuh dan tidak ada airnya. Tempat parkir tersedia cukup luas jika membawa roda empat juga tidak usah kawatir, muat kok. Ada banyak saung-saung untuk bersantai di sini, bahkan yang dekat lautnya juga ada. Seperti biasa sesi foto-foto di mulai.

Bebatuan karang yang besar-besar menjadi panorama di Pantai Cicalobak
Berkeliling sana sini melihat sekitar, foto sana foto sini sampai puas tak terasa perut saya kembali lapar.  Saya pun duduk bersantai di saung-saung sekitar pantai dan membuka perbekalan. Sambil menikmati deburan ombak dan panorama pantai yang semakin menambah nikmat santapan saya. Setelah cukup puas bersantai saya kembali melanjutkan perjalanan yang masih panjang ini.

Jika sesuai peta, maka destinasi selanjutnya adalah Pantai Taman Manalusu, tapi karena saya telah menjelajah pantai ini sebelumnya maka saya lewati dan langsung menuju pantai Santolo. Jika di lihat dari Google Maps maka jaraknya sekitar 26 KM lagi. Semangat!!!

Panorama Pantai Cicalobak

Panorama Pantai Cicalobak
Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: