Sabtu, 29 Oktober 2016

Leuwi Jurig spot yang Indah Untuk Berfoto


Rupit, Leuwi Jurig.
Dalam perjalanan pulang seusai menjelajah pantai selatan Garut (baca : Menjelajah 9 pantai terindah di Garut ) rute pulang kami menggunakan rute Bungbulang. Di daerah Bungbulang saya menemukan tempat yang asyik untuk berfoto. Tempat ini memiliki potensi keindahan yang luar biasa. Air yang jernih mengalir di antara batu-batu raksasa. Sungai dangkal dengan pasir hitam yang halus dan air yang jernih kehijauan. Orang sekitar menyebut tempat ini Leuwi Jurig atau Rupit. Sebenarnya saya sudah lama berkunjung ke tempat ini, hanya saja saya baru ingat untuk menulisnya di sini.

Oke udah sampe, foto dulu :D.
Temen saya, ingin narsis juga :D
Rupit ini berada di Kecamatan Bungbulang, tepatnya saya tidak tahu pasti, hanya jika dari arah Bungbulang, maka ini adalah jembatan pertama setelah PLTMH Cirompang Bungbulang  (foto jembatan ada di bawah). Jadi saya bisa memperkirakan bahwa jembatan ini berada di Desa Cihikeu. (Saya menelusuri di Google maps, lokasinya bisa kalian buka di sini.) Walaupun berada tidak jauh dari jalan raya, tapi tempat ini agak tersembunyi. Kita bisa melihat tempat ini dari sebuah jembatan. Dari jembatan ini kita bisa melihat aliran air sungai yang tenang, jernih berwarna kehijauan. Di sampingnya dihapit oleh batu-batu besar yang maka itulah Rupit.

Landscape Rupit
Sepertinya enak buat berenang ya.
Di tempat ini biasanya banyak para penambang pasir, jadi kita bisa melihat tumpukan pasir di sekitar sini. Untuk masuk kita bisa melalui gapura yang ada sebelum jembatan, bisa juga lewat atas, yaitu jalan setapak setelah jembatan. Hanya saja jika melalui jalan setapak ini kita harus menyeberang sungai. Jika mau, kita juga bisa berenang di sungai yang jernih ini. Sayang sekali walaupun tempat ini sangat indah, oleh warga sekitar tempat ini malah dijadikan tempat pembuangan sampah.

Penampakan jembatan di Google Maps.
Sungai dangkal dengan air yang jernih kehijauan.
Tidak ada tiket masuk ke tempat ini, hanya dibutuhkan keberanian. Tempat ini relatif sepi bahkan di siang hari juga sepi. Satu lagi, Rupit ini hanya bisa kita kunjungi saat musim kemarau, atau di saat airnya sedang tenang. Karena jika di saat musim hujan airnya akan berubah menjadi sangat menyeramkan, sangat deras dan berbahaya.

Tuh kan, sungainya dangkal.
Panorama sekitar sungai.
Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: