Senin, 21 November 2016

Magic Hour di Pantai Sayang Heulang

Magic Hour Pantai Sayang Heulang.
‘Magic Hour’ atau ‘Golden Hour’ dalam fotografi adalah sahabat terbaik bagi seorang fotografer outdor. Fotografer profesional menyebut ‘Golden Hour’ sebagai momen dengan kondisi pencahayaan terbaik di hari itu. Golden Hour ini terjadi sesaat sebelum atau sesudah matahari terbit atau tenggelam. Singkat kata, waktunya terbatas.

Mencari Golden Hour di saat musim hujan seperti memang agak sedikit susah. Seharian bisa hujan dan awan tebal menutupi cahaya matahari. Tapi namanya susah bukan berarti tidak mungkin. Kita hanya perlu persiapan yang matang untuk itu.

Menikmati Golden Hour di bawah jembatan Santolo.
Tujuan saya adalah pantai Sayang Heulang, 80 KM dari rumah. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke sini tapi tetap sayang sekali kan kalau pas tiba di sana dan hujan. Dari situ saya perlu banyak perhitungan yang harus disiapkan. Seperti perkiraan cuaca, pasang surut air laut dan posisi matahari tenggelam. Beneran, saya tiba-tiba sangat peduli sama ramalan cuaca BMKG karena gak ingin perjalanan jauh saya jadi sia-sia.

Saya putuskan untuk berangkat hari Sabtu, kenapa? Karena hari Senin-Jumat saya kerja, dan hari minggu sebagai hari cadangan jika kalau tidak dapat ‘golden hour’ di hari Sabtu. Alhamdulillah ternyata perjalanan panjang saya benar-benar tidak sia-sia, saya mendapatkannya di hari Sabtu.

Saya tiba di Sayang Heulang sekitar pukul 11 siang. Waktu yang sangat panjang untuk menunggu ‘sunset’. Perkiraan sunset adalah sekitar 17.48. dan saya seorang diri di pantai ini, orang lain ada hanya saya tidak kenal, hehe.

Ini semua di sebabkan karena teman-teman saya, para bedebah dari Bandung yang punya inisiatif acara ini malah tidak jadi ikut, kurang asem memang. Mungkin mereka lagi sibuk moto semut atau ulat di belahan dunia sebelah sana. Hasilnya saya luntang-lantung seorang diri.  Karena waktu masih panjang jadi saya putuskan untuk jalan-jalan dulu ke Mira Mare dan Leweung Sancang, bahkan Cipatujah, haha (Lain kali saya ceritakan bagian yang ini).

Sebenarnya saya ingin terus jauh menuju lepas pantai, tapi takut tiba-tiba pasang. haha
Saya tiba kembali di Sayang Heulang sekitar pukul 4 sore. Saya sempat khawatir karena cuaca yang berawan tebal, matahari pun tidak terlalu terlihat di sini. Saya tidak tahu letak pasti di mana matahari akan tenggelam. Terima kasih, berkat bantuan aplikasi Sky Maps di Android saya bisa mencari letak di mana posisi matahari akan tenggelam. Waktu menjelang sunset pun mataharinya masih tidak kelihatan, saya mulai khawatir. Apa akan terjadi golden hour atau tidak.

Awan tebal menutupi Matahari
Semua berubah ketika matahari mulai tenggelam, golden hour dimulai. Mataharinya tidak kelihatan. tapi cahaya kekuningannya memancar hampir ke semua penjuru langit. Sungguh luar biasa melihat langit berwarna jingga biru keunguan. Golden hour ini berlangsung cukup lama, saya bisa berpindah-pindah tempat mencari sudut yang tepat. Alhamdulillah perjalanan epik saya tidak sia-sia.
Nah itulah sedikit cerita dan foto-foto favorit saya, selamat menikmati.

Saking senengnya saya jadi lupa saya juga bawa filter. akhirnya di saat-saat terakhir saya kemudian memakai filter untuk membuat air lautnya menjadi kabut.
Ini adalah foto tanpa filter.
Dan ini adalah Sayang Heulang tanpa Golden Hour.
Baca Juga :

Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: