Senin, 09 Januari 2017

Golden Hour Di Situ Bagendit – Ketika Keterbatasan Kemampuan Kamera Membuat Foto Terlihat Lebih Indah


Pemandangan Golden Hour di Situ Bagendit.
Bagi sebagian orang Garut mungkin piknik ke situ Bagendit adalah sesuatu yang sangat-sangat mainstream. Dan menurut saya juga demikian. Tapi lain lagi ceritanya jika kita pergi ke sana di saat matahari terbenam. Karena kita bisa menikmati pemandangan Golden Hour atau Magic Hour yang sangat indah.

Situ Bagendit merupakan danau yang terletak di Kecamatan Banyuresmi Kab Garut. Situ ini sangat mudah diakses karena letaknya tidak berada jauh dari pusat kota Garut. Dengan kendaraan perjalanan sekitar 15 menit kita sudah sampai di situ ini.

Lho kok di foto bisa seindah itu? Apa itu editan? Manipulasi? Kenapa langitnya bisa seperti itu? Bentar jangan negatif tinking dulu. Tidak ada manipulasi, sepenuhnya saya memaksimalkan kemampuan kamera untuk mendapatkan foto yang cantik.

Mata manusia adalah alat penglihatan yang sangat canggih. Idealnya, warna putih akan tetap berwarna putih dalam kondisi cahaya apa pun. Mata manusia dapat menyesuaikannya hampir dalam semua kondisi pencahayaan. Tapi itu adalah hal yang sulit bagi sensor kamera digital.
Ketika memotret itu saya menggunakan setingan with balance pada florence sehingga saya mendapatkan warna langit yang lebih mempesona.
Masalah utamanya kemampuan kamera itu terbatas, bahkan untuk kamera yang paling canggih sekalipun. Kita memotret kertas putih di siang hari dan di sore hari, keduanya akan menghasil foto yang sedikit berbeda. Dari itu maka kita harus mengatur with balance sesuai dengan kondisi cahaya. Penjelasan lengkapnya simak di sini.


Kita bisa berkreasi dengan keterbatasan kamera tersebut. Ketika kita mengatur white balance yang berbeda, saya juga bisa mendapatkan foto komposisi warna yang berbeda walaupun di saat kondisi yang sama. Nah hal ini saya coba aplikasikan untuk pemandangan sunset di situ bagendit. Sebenarnya sunset nya tidak kelihatan karena tertutup awan yang tebal. Tapi saya masih mendapatkan magic hournya. sebelumnya telah di bahas tentang Golden Hour.

Ini merupakan foto yang memakain setingan white Balance cloudy.

Curug Madi Kamojang

Curug Madi.

Curug ini cukup lebar dengan bebatuan besar dan air yang jernih. Aliran airnya cukup deras. Jika sedang tenang kita juga bisa berenang di sini.

Curug Madi adalah Curug yang terletak di Patrol Kec Ibun Kab Bandung. Curug ini cukup mudah untuk di akses baik dari Garut atau pula dari Bandung. Curug ini terletak di bawah tanjakan Monteng yang sudah sangat terkenal karena tikungan tajamnya.

Untuk menuju curug ini jika dari arah Garut kita bisa terus menuju Kamojang. Selepas Geo Thermal Kamojang, di pertigaan jika berbelok ke kanan akan menuju Kamojang Hill Brige. Untuk ke curug ini kita tinggal lurus saja. Medan jalannya sudah baik. Selepas tanjakan Monteng (turunan jika dari arah Garut) kita terus turun. Tidak jauh dari situ ada warung kecil. Di sana ada jalan setapak menuju curug.  Kendaraan hanya bisa sampai di sini. Kita bisa parkir kendaraan di warung itu. selebihnya kita harus jalan kaki.

Aliran Curug yang deras.
Jika dari arah Bandung, kita bisa terus lurus, ketika sampai di pertigaan Kamojang Hill Bridge kita lurus saja menuju ke atas, sampai sebelum tanjakan Monteng. Sebelum tanjakan monteng ada warung yang tadi.
Ari jernih Curug Madi.

Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit kita akan sampai di curug. Ketika menelusuri jalan setapak harus hati-hati karena banyak persimpangan bisa-bisa tersesat. Pokoknya kita harus mengikuti beriak suara air. Jika semakin keras artinya kita semakin dekat dengan curug.

Untuk masuk ke curug ini kita tidak akan di kenakan tarif apapun. Karena curug ini belum di kelola oleh pemerintah. Konon katanya ini untuk menjaga keaslinya. Sesampainya di curug kita bisa berfoto, berenang atau bersantai ria di area sekitar curug.