Minggu, 19 Maret 2017

Curug Sanghyang Taraje, Air terjun dengan panorama paling megah di Garut

Curug Sanghyang Taraje.
Ini adalah kunjungan saya yang ke-3 kalinya ke tempat ini setelah tahun 2010 dan tahun 2015. Indahnya masih sama. Dulu tempat ini belum terawat seperti sekarang dan gak ada yang menagih tiket, aksesnya luar biasa ripuh. Temen saya sampai ada yang pingsang. Sekarang mulai dibenahi, aksesnya tak sesusah dahulu. Tiket masuknya cuma 6 ribu saja sama parkir.

Taraje dalam bahasa sunda berarti tangga dan curug berarti air terjun. Curug ini memang tampak seperti tangga yang membentuk 2 jalur air terjun, dengan ketinggian hampir 100 meter.

Curug Sanghyang Taraje ini terletak di Desa Pakenjeng Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut. Berada sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Garut. Dari Curug Orok sekitar setengah jam perjalanan. Ingat jangan terbalik ya. Karena di Kecamatan Pakenjeng juga ada desa Pamulihan.
Untuk menuju ke sini cukup mudah. Dari Garut terus menuju Kecamatan Pamulihan. Dari pertigaan Cisandaan belok kanan menuju desa Pakenjeng. Jika sudah sampai di Desa Pakenjeng kita tinggal bertanya saja ke warga sekitar. Kondisi jalan hingga kota Kecamatan sampai Desa Pakenjeng sudah mulus. Dari Desa Pakenjeng ke lokasi curug ini yang kondisinya lumayan berat, sekitar 10 menit perjalanan dengan kendaraan. Selain tanjakan dan turunan yang curam juga di sebagian jalan banyak lubang dan batu-batu kerikil yang membuat kita harus berhati-hati untuk melewatinya. Bagi yang memakai kendaraan roda empat, harus lebih hati-hati karena jalan menuju curug ini cukup sempit, hanya bisa satu kendaraan saja.
Turunan curam sebelum menuju curug.
Setelah sampai di lokasi kendaraan bisa kita parkir di tempat parkir. Tiket masuk termasuk parkir waktu itu Rp 6.000. Dari lokasi parkir kita tinggal turun melawati jalan setapak yang sudah diperbaiki. 

Ketika sampai kita akan di sambut kemegahan dari curug ini. Kita bisa menikmati pemandangan curug yang luar biasa. Panorama yang indah dan suara gemuruh air terjun yang luar biasa. Keadaan ini sudah jauh lebih baik dari 2 tahun yang lalu di mana area rumput dan tempat duduk ini dulu adalah rawa. sekarang kita bisa bersantai di sini.
Keindahan dan kemegahan menyambut.

Panorama Sanghyang Taraje.



Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: