Senin, 29 Januari 2018

Stasiun KA Cikajang, Stasiun tertinggi di Indonesia yang kini tinggal cerita


Kids Garut jaman now mungkin tidak banyak yang tahu bahwa dahulu kota ini dilalui oleh kereta api, jalurnya membentang sepanjang 47 KM dari Garut bagian utara (Cibatu) hingga ke selatan (Cikajang). Jalur kereta ini menghubungkan daerah-daerah penting di Garut seperti Cibatu, Wanaraja, Garut Kota, Samarang, Bayongbong, Cisurupan dan berakhir di Cikajang. Jalur kereta ini memiliki panorama yang sangat indah, melewati pegunungan dan pesawahan Garut.

Kondisi Stasiun Cikajang jaman now.
Walaupun terbilang jalur yang berat karena konturnya yang menanjak. Dahulu jalur kereta api adalah jalur kereta api yang sangat penting yang menunjang kehidupan warga Garut. Jalur ini berhenti di stasiun Cikajang yang merupakan stasiun ujung.

Stasiun Cikajang pernah menjadi stasiun kereta api tertinggi di Indonesia bahkan di Asia Tenggara sebelum akhirnya di nonaktifkan pada tahun 1983 karena rusaknya jalur kereta dan penurunan jumlah penumpang, dan kalahnya bersaing dengan moda transportasi jalan raya seperti bis yang waktu itu semakin popular.

Stasiun ini memiliki 3 jalur, jalur 1 merupakan sepur badug, jalur 2 merupakan sepur belok yang ujungnya terdapat banyak percabangan yang mengarah ke pabrik, jalur 3 merupakan sepur lurus. Stasiun yang merupakan stasiun ujung ini itu dikelilingi oleh pegunungan maka dari itu hawa daerah situ pun sangat sejuk. Stasiun ini dulu sangat ramai dengan penumpang. Hasil bumi seperti buah-buahan dan sayuran dari Cikajang dan Cisurupan diangkut menggunakan kereta untuk kirim ke kota Garut.

Kondisi Stasiun Cikajang

Sekarang, Stasiun yang bersejarah ini hanya tinggal puing-puing yang tidak terawat. Atap bangunan sudah tidak ada karena dimakan sijago merah. Bangunan stasiun ini pernah terbakar beberapa tahun  yang lalu yang memakan hampir seluruh bangunan. Di belakang bangunan sudah menempel tempok dengan bangunan baru. Di sebelah sisi bangunan, kita masih bisa melihat tulisan yang hampir pudar ‘Cikajang’. Sementara itu, di depan bangunan sudah tidak terlihat lagi jejak rel yang dahulu melintasi stasiun ini.
Stasiun Cikajang sebelum kebakaran. (Sumber foto : WIkipedia)
Jika kita lihat kondisinya sekarang, sulit dibayangkan bahwa dahulu tempat ini adalah stasiun yang sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat. Tempat masyarakat menggantungkan hidup masyarakat banyak. Di mana setiap hari orang-orang Cikajang berhilir-mudik di tempat ini untuk berpergian ke kota, atau mengirimkan hasil bumi mereka untuk di jual di kota. Ah, sudahlah,  saya tidak perlu baper membahas masa lalu yang menyenangkan seperti itu.

Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: