Minggu, 25 Februari 2018

Curug Ngebul, Culamega Tasikmalaya, Keindahan yang tidak banyak orang tahu



Curug Ngebul, Culamega, Tasikmalaya.
Sedikit sekali informasi yang bisa kami dapat tentang curug ini. Di internet sedikit yang mengulas tentang curug ini. Begitu pun akses dan jalur yang harus ditempuh. Bahkan, ketika hampir sampai di curug pun. Ketika bertanya kepada warga sekitar masih ada yang tidak tahu tentang curug ini. Perlu dipertanyakan kesadaran orang-orang Tasik akan potensi pariwisata di tempatnya.

Curug Ngeul, dari tingkat kedua.
Padahal akses menuju curug ini relatif mudah. Memang jarak yang ditempuh cukup jauh. Tapi jalur dan kondisi jalannya terbilang baik. Bahkan kita juga bisa menggunakan kendaraan roda empat untuk bisa sampai di sini.

Curug ini berada di Kampung Cutug Telu, Desa Bojong Sari, Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Berjarak sekitar 2 jam dari Pusat Kota Tasikmalaya. Jika dari Tasik kota, kita harus pergi menuju jalan raya Karang Nunggal, dipertigaan Pamijahan-Bantar kalong, kita melanjutkan arah menuju Bantar Kalong. Terus menuju desa Bojongsari. Jika sudah sampai di Gapura Desa Bojongsari jarak ke curug sekitar 10 menit lagi. Ikuti jalan hingga sampai dijembatan. Dari jembatan ini curug sudah dekat.

Debit air curug dengan kecil.
 Dari Jempatan, kita harus jalan kaki menuju Curug sekitar 10 menit menelusuri aliran sungai irigasi dari bendungan. Di perjalanan kita juga akan menemukan Curug lain, yaitu Curug Cimoksel. Curug Cimoksel juga tidak kalah indah. Tapi sayang kami tidak sempat ke sini karena tujuan utama kami adalah Curug Ngebul. Setelah sekitar 10 menit jalan kaki, kita harus turun, hati-hati karena turunan ini sangat curam.

Sesampainya di curug, tidak ada yang menagih tiket masuk atau yang menjaga. Karena memang curug ini belum di kelola. Fasilitas seperti Toilet, Moshula atau warung juga tidak tersedia. Katanya tempat ini akan segera dikelola. Ya semoga saja bukan sekedar wacana.

Jalan kaki menelusuri Aliran Irigasi.
Turunan yang curam, harus berhati-hati.
Saya tiba ditempat ini ketika di sini sedang tidak hujan selama seminggu. Hasilnya Debit airnya cukup tenang. Tapi tidak mengurangi keindahan Curug ini. Selain Curug Ngebul, dan Cimoksel ada juga Curug Telu yang berada tidak jauh dari Curug ini. Jika anda sempat, maka harus mengunjungi juga Curug ini.

Rabu, 14 Februari 2018

Curug Aseupan, Curug Tilu Leuwi Opat, Parompong Bandung Barat

Curug Aseupan.

Di Bandung bagian Utara terdapat banyak curug yang menawan. Selain Curug Cimahi atau Curug Pelangi yang sudah terlebih dahulu ngehits, sekarang ada yang lagi nghits yaitu Curug Tilu Leuwi Opat.

Curug Tilu Lewi Opat adalah komplek wisata Curug yang berada di Kecamatan Parongpong. Di sini menawarkan keindahan curug, leuwi, camping ground juga pemandangan alam yang menawan. Di Curug Tilu Leuwi Opat ini terdapat beberapa area camping ground dan curug. Salah satu bintang utamanya yaitu Curug Aseupan.

Salah satu area camping ground Curug Tilu Leuwi Opat.
Menuju ke tempat ini juga relatif mudah. Curug Tilu Leuwi Opat terletak di dusun Ciwangun, Kelurahan Cihanjuang rahayu, kecamatan Parangpong, Kabupaten Bandung Barat. Sekitar 9KM dari Lembang. Jaraknya cukup berdekatan dengan Curug Cimahi.

Walaupun di sini banyak terdapat Curug serta area camping ground yang menawan. Menurut saya yang jadi daya pikat Utama Curug ini adalah Curug Aseupan. Di Curug ini ada tiga air yang jatuh menuju sungai yang indah. Memang kita harus naik dahulu. Dan untuk naik ke sini, Anda harus membayar ekstra Rp. 10.000.

Pemandangan sebelum menuju Curug Aseupan.
Untuk menuju Curug Aseupan kita harus menaiki tangga kecil.
Selain Curug Aseupan ada juga curug-curug yang lainnya yang tidak kalah indah. Salah satunya adalah Curug Tilu. Tapi untuk menuju Curug Tilu kita harus jalan kaki sekitar 30 menit dari Curug Aseupan.

Rute menuju Curug
Patokan Utamanya adalah menuju Ciwangun Indah Camp. Setelah melewati Universitas Advent, nanti akan ada gerbang menuju Ciwangun Indah Camp yang berada di sebelah kanan. Dari gerbang ini menuju pintu masuk Curug Tilu Leuwi Opat kurang dari 10 menit. Dari Tempat parkir kita harus jalan kaki menuju setiap curug.

Jika Dari Bandung, dari terminal Ledeng ambil arah kiri melewati jalan Sersan Bajuri menuju Kampung Gajah. Lurus saja sampai ke jalan Masturi melewati Universitas advent. Jika dari Cimahi langsung ambil arah ke jalan Kolonel Masturi menuju Parongpong. Melintasi jalan tersebut, kamu akan menemukan gerbang wana Wisata Ciwangun Indah. Jika dari arah Lembang dari jalan Raya Lembang berbelok lah menuju jalan Kolonel Masturi. Terus ikuti jalan melewati Universitas Advent.

Pintu masuk menuju Cuurg.
Tiket dan Fasilitas
Sesampainya di pintu masuk Curug, kita diharuskan untuk membeli tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- belum biaya parkir. Saya sendiri memakai motor jadi tambah Rp. 2.000,-. Oh iya ini belum termasuk tiket masuk toilet. HTM toilet yang tersedia di sana saya lihat adalah Rp. 1.000,-. Dan tentu saja ini belum termasuk HTM naik ke Curug Aseupan.

Fasilitas yang tersedia juga sudah lengkap. Toilet, mushola, serta warung nasi pun tersedia. Jadi kita tidak perlu khawatir.

Jumat, 02 Februari 2018

Curug Nyogong, kemegahan yang lain di Kecamatan Cihurip

Curug Nyogong.
Ada banyak sekali keindahan yang tersimpan di Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut. Selain Leuwi Tonjong yang sudah sangat terkenal, ada juga Curug Cibadak dan tentu saja Curug Nyogong.

Keindahan Curug Nyogong ini sudah sangat terkenal sekali di kalangan pecinta traveling dan curug. Bukan hanya wisatawan dari Garut saja yang berkunjung ke curug ini. Tetapi wisatawan dari luar kota juga banyak. Jadi sangat sayang sekali jika tidak berkunjung ke curug yang indah ini.

Curug di lihat dari samping. 
Air terjunnya memang tidak terlalu tinggi, tapi debit airnya sangat deras. Air mengalir deras diantara dua batu yang sangat besar menjadikan curug terlihat sangat megah. Uniknya airnya jatuh tidak lurus, tapi agak menyamping. Ini sebabnya curug ini di sebut Curug Nyogong yang artinya berbelok. Pemandangan batu-batu raksasa di sekitarnya juga menambah kemegahan curug ini.

Di area curug ini sebenarnya masih ada dua curug lagi. Yaitu Curug Cibalinaga dan Curug Cialeuan kedua curug ini bisa kita lihat ketika sampai dari tempat parkir Curug Nyogong. Tapi kedua curug ini tidak bisa kita kunjungi karena belum ada akses menuju curug.

Curug Cibalinaga dan Curug Cialeuan di lihat dari tempat parkir.
Akses menuju curug ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Curug ini berada di Kampung Sawahpasir Desa Mekarwangi Kecamatan Cihurip.  Jika dari pusat Kota Garut, curug ini berjarak sekitar 2 – 2 jam setengah perjalanan menggunakan kendaraan motor.

Rute menuju curug ini adalah dari Garut Kota, terus mengambil arah menuju kecamatan Cikajang. Jika telah sampai di pertigaan, ambillah jalan menuju pasar Cikajang. Dari Pasar Cikajang ini, menuju Kecamatan Cihurip sekitar 1 jam perjalanan. Lanjutkan perjalanan menuju Gunung Gelap. Terus ikuti jalan hingga menemukan gapura masuk menuju Kecamatan Cihurip yang berada di sebelah kiri jalan. Dari Gapura ini menuju Curug sekitar setengah jam lagi.

Curug Nyogong di lihat dari atas.
Terus ikuti jalan, teman-teman akan menemukan pertigaan dan penanda arah menuju curug. Dari pertigaan ini kondisi jalan mulai jelek. Patokan utama untuk menuju Curug ini adalah Kantor Desa Mekarwangi. Jika menggukan kendaraan mobil sebaiknya di simpan di kantor desa. Selanjutkan berjalan kaki menelusuri jalan setapak menuju curug dari arah kantor desa. Jaraknya sekitar 15 menit jalan kaki medannya sedikit berat.

Jika menggukan motor, kita terus ikuti jalan, dan bertanyakan ke warga belokan menuju curug. Karena kita bisa membawa motor hingga dekat dengan menuju curug. Tapi harus hati-hati, walaupun bisa dilalui dengan motor, jalannya berupa jalan setapak sempit. Motor bisa disimpan di tempat parkir, dari tempat parkir kita harus jalan kaki turun menuju curug. Sekitar 10 menit.


Teman-teman akan dikenakan tiket Rp 5.000 per orang. Untuk fasilitasnya sendiri di sini memang tidak tersedia lengkap. Tidak ada toilet, tidak ada mushola atau pula warung. Jadi persiapkan semuanya sebelum berangkat.