Jumat, 02 Februari 2018

Curug Nyogong, kemegahan yang lain di Kecamatan Cihurip

Curug Nyogong.
Ada banyak sekali keindahan yang tersimpan di Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut. Selain Leuwi Tonjong yang sudah sangat terkenal, ada juga Curug Cibadak dan tentu saja Curug Nyogong.

Keindahan Curug Nyogong ini sudah sangat terkenal sekali di kalangan pecinta traveling dan curug. Bukan hanya wisatawan dari Garut saja yang berkunjung ke curug ini. Tetapi wisatawan dari luar kota juga banyak. Jadi sangat sayang sekali jika tidak berkunjung ke curug yang indah ini.

Curug di lihat dari samping. 
Air terjunnya memang tidak terlalu tinggi, tapi debit airnya sangat deras. Air mengalir deras diantara dua batu yang sangat besar menjadikan curug terlihat sangat megah. Uniknya airnya jatuh tidak lurus, tapi agak menyamping. Ini sebabnya curug ini di sebut Curug Nyogong yang artinya berbelok. Pemandangan batu-batu raksasa di sekitarnya juga menambah kemegahan curug ini.

Di area curug ini sebenarnya masih ada dua curug lagi. Yaitu Curug Cibalinaga dan Curug Cialeuan kedua curug ini bisa kita lihat ketika sampai dari tempat parkir Curug Nyogong. Tapi kedua curug ini tidak bisa kita kunjungi karena belum ada akses menuju curug.

Curug Cibalinaga dan Curug Cialeuan di lihat dari tempat parkir.
Akses menuju curug ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Curug ini berada di Kampung Sawahpasir Desa Mekarwangi Kecamatan Cihurip.  Jika dari pusat Kota Garut, curug ini berjarak sekitar 2 – 2 jam setengah perjalanan menggunakan kendaraan motor.

Rute menuju curug ini adalah dari Garut Kota, terus mengambil arah menuju kecamatan Cikajang. Jika telah sampai di pertigaan, ambillah jalan menuju pasar Cikajang. Dari Pasar Cikajang ini, menuju Kecamatan Cihurip sekitar 1 jam perjalanan. Lanjutkan perjalanan menuju Gunung Gelap. Terus ikuti jalan hingga menemukan gapura masuk menuju Kecamatan Cihurip yang berada di sebelah kiri jalan. Dari Gapura ini menuju Curug sekitar setengah jam lagi.

Curug Nyogong di lihat dari atas.
Terus ikuti jalan, teman-teman akan menemukan pertigaan dan penanda arah menuju curug. Dari pertigaan ini kondisi jalan mulai jelek. Patokan utama untuk menuju Curug ini adalah Kantor Desa Mekarwangi. Jika menggukan kendaraan mobil sebaiknya di simpan di kantor desa. Selanjutkan berjalan kaki menelusuri jalan setapak menuju curug dari arah kantor desa. Jaraknya sekitar 15 menit jalan kaki medannya sedikit berat.

Jika menggukan motor, kita terus ikuti jalan, dan bertanyakan ke warga belokan menuju curug. Karena kita bisa membawa motor hingga dekat dengan menuju curug. Tapi harus hati-hati, walaupun bisa dilalui dengan motor, jalannya berupa jalan setapak sempit. Motor bisa disimpan di tempat parkir, dari tempat parkir kita harus jalan kaki turun menuju curug. Sekitar 10 menit.


Teman-teman akan dikenakan tiket Rp 5.000 per orang. Untuk fasilitasnya sendiri di sini memang tidak tersedia lengkap. Tidak ada toilet, tidak ada mushola atau pula warung. Jadi persiapkan semuanya sebelum berangkat.
Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: