Sabtu, 25 Agustus 2018

GND Filter, Filter Paling Mewah Fotografer Landscape

Pemandangan Matahari terbenam di Pulau Santolo.
Para fotografer landscape menghabiskan puluhan juta rupiah untuk membeli sensor yang canggih pada kamera mereka. Optik yang berkualitas pada lensa mereka. Dan ketika kita membicarakan filter, orang akan mengira itu efek warna di Android dan iPhone. Tidak, filter yang akan dimaksud di sini adalah filter optik tambahan yang digunakan para fotografer landscape untuk mengambil foto mereka.
Filter GND dan holder filter. (Photo by www.capturelandscapes.com)
Filter dan holder filter yang terpasang di kamera. (Photo by www.lifepixel.com.)

Kenapa GND filter itu perlu?
Karena sensor kamera yang harganya puluhan juta sekalipun belum lah sempurna.  Salah satu kelemahan kamera digital yang paling terlihat hingga saat ini yaitu Dynamic Range.

Sejak kamera digital lahir beberapa dekade lalu, produsen kamera terus berusaha memperbaiki kelemahan itu. Kemampuan dynamic range kamera sekarang sudah jauh meningkat tapi masih belum sempurna.

Dynamic range adalah kemampuan kamera mengenali cahaya dari yang paling terang, hingga yang paling gelap. Terang dan gelap di sini bukan warna tapi intensitas cahaya, yang terang tidak selalu putih, dan yang gelap tidak selalu hitam.

Setiap kamera memiliki kemampuan dynamic range yang berbeda. Semakin tinggi semakin baik pula. Kamera smartphone saat ini memiliki sekitar 8-10 Stop. Kamera D-SLR dan Mirrorless sekitar 11-14 stop. Hingga tulisan ini diposting, kamera dengan Dynamic Range terbaik masih di pegang Nikon D850 sekitar 14,8 Stop. Mata manusia? Luar biasa, mampu mengenali hingga 22 stop.

Perbedaan yang sangat terasa yaitu saat memotret sunset atau sunrise. Saat kita melihat pemandangan sunrise atau sunset. Langit yang cerah menerangi area darat. Semuanya indah. Tapi tidak bagi kamera.
Pemandangan matahari terbit yang saya ambil sendiri di atas rumah saya.
Area darat yang merupakan area shadow, area yang tidak tersinari langsung oleh matahari memiliki dynamic range yang sangat kecil, jauh berbeda dengan area langit. Hasilnya ketika kita memotret area darat akan tampak lebih gelap. Exposure darat dan langit menjadi tidak seimbang.

Setiap fotografer landscape pasti akan berjuang untuk mendapatkan seluruh gambar terpapar dengan benar. Ada yang memotret beberapa kali dengan tingkat exposure yang berbeda untuk kemudian melakukan post processing di photoshop. Itu sedikit merepotkan memang. Bagaimana cara untuk mendapatkan exposure sempurna dalam sekali memotrt? Jawabannya adalah GND Filter.
Dengan bantuan GND Medium saya bisa mendapatkan foto yang lebih baik.
Untuk mengurangi perbedaan exposure langit dan darat ini, maka fotografer menambahkan filter GND di depan lensa. Hasilnya fotografer akan mendapatkan foto dengan exposure yang lebih seimbang antara darat dan langit.

GND Filter
GND atau Graduated Neutral Desensity Filter adalah filter yang digunakan untuk mereduksi cahaya di area tertentu. Dan sesuai namanya Neutran Density yang artinya tidak mengubah warna foto. GND Filter ini memiliki dua bagian gelap dan transparan. Bagian atas yang merupakan area gelap biasanya digunakan untuk mereduksi area langit yang terang, sedangkan bagian transparan digunakan untuk area darat. Area gelap ini memiliki tingkat gelap yang berbeda, mulai dari 1 stop hingga sampai 5 stop, tergantung kebutuhan.
Pemandangan matahari terbit dengan bantuan GND Reverse 3 stop.
Diantara semua filter yang digunakan dalam fotografi, bisa dikatakan filter GND ini lah yang paling mewah. Selain dari fungsinya juga dari harga. Walaupun harga juga tergantung dari bahan GND tersebut.

Untuk memasang GND filter ini ditbutuhkan holder filter juga ring adapter untuk memasang holder pada lensa. Biasanya dalam satu holder terdapat beberapa slot yang bisa di isi dengan filter. Jadi kita bisa memasang beberapa filter sekaligus sesuai slot yang tersedia.

Ada tiga jenis GND dilihat dari bahannya.

Plastik
Paling murah juga kualitasnya tidak begitu bagus. Karena filter dari bahan plastik mengurangi ketajaman foto juga menghasilkan color cast yang sangat tinggi. Bisanya filter dari bahan plastik dibandrol dibawah Rp 500 ribuan.

Resin
Kelas menengah. Menghasilkan foto yang lebih baik dari bahan plastik. Lebih sedikit color cast juga menghasilkan ketajaman yang lebih baik. Dari segi harga bahan resin sedikit lebih mahal dari yang berbahan plastik. Harganya sedikit lebih mahal dari bahan plastik. Sekitar Rp 500 ribu sampai satu  juta rupiah.

Terakhir, berbahan kaca
Paling premium. Menghasilkan ketajaman foto yang sangat baik dan paling sedikit color cast bahkan sama sekali tanpa color cast. Tentu saja semua ini berbanding lurus dengan harga. GND yang berbahan kaca biasanya dibandrol mulai harga 1,5 juta sampai 3 jutaan tergantung merek dan jenis GND.

Jenis GND berdasarkan transisi
Filter GND ini berdasarkan transisinya memiliki beberapa jenisnya.

GND Hard Edge
GND ini memiliki transisi yang solid dari area gelap ke transparan. GND ini biasanya digunakan untuk memotret di mana garis horizon terlihat jelas tanpa ada objek lain. Contohnya seperti di pantai. Atau padang rumput, padang pasir di mana horizon benar-benar tak terhalang objek lain. Kerapatan yang sering dipakai biasanya 3 stop.
Ilustrasi GND Hard. Photo by Nisi Filter.
GND Soft Edge
GND ini memiliki transisi yang lembut dari area gelap ke terang. GND ini biasanya digunakan untuk memotret di mana garis horizon terhalang oleh objek-objek tertentu seperti bangunan, gunung, pohon. Kerapatan yang sering dipakai biasanya 4 atau 5 stop.
Ilustrasi GND Soft. Photo by Nisi Filter.
 
GND Reverse
Ini adalah filter GND yang khusus, biasanya harganya juga lebih mahal dari kedua jenis di atas. Reverse ini adalah versi kebalikan dari soft edge. Karena area gelap berada di tengah semakin ke atas semakin pudar. GND ini dikhususkan untuk pemandangan sunrise atau sunset tepat matahari sebelum tenggelam. Kerapatan yang sering dipakai biasanya 3 atau 4 stop.
Ilustrasi GND Reverse. Photo by Nisi Filter.

Pemandangan matahari terbenam di pulau Santolo dengan bantuan filter GND Reverse 3 stop.
GND Medium
Ini merupakan jenis GND yang relatif baru. Hanya ada dua produsen yang mengeluarkan GND jenis ini. Yaitu Lee Filter dan Nisi Filter. Filter ini merupakan filter yang merupakan tengah-tengah di antara filter GND Hard dan Soft. Transisi dari area gelap ke terang lebih kontras terlihat dari GND soft tapi tidak se solid GND Hard. Secara khusus saya telah mengulas filter ini. Bisa dibaca di sini.

GND Horizon
Ini merupakan filter GND yang lebih khusus lagi. Karena area gelap hanya di tengah saja. Filter ini digunakan untuk pemandangan matahari terbenam di mana, cahaya matahari memantul di air di mana tidak akan bisa diatasi oleh filter GND reverse. Filter ini merupakan filter yang paling mahal dari semua GND di atas. Hanya Nisi yang memproduksi filter jenis ini.
Perbedaan transisi GND. (Photo by www.lifepixel.com.)
Nisi GND Horizon
GND filter apa yang harus dibeli?
Pertanyaan yang sama seperti saya sebelum memiliki filter ini. Terutama untuk kita yang memiliki anggaran terbatas. Rasanya tidak mungkin membeli semua filter GND.

Setiap GND memiliki fungsi yang berbeda, tapi bukan berarti kita harus membeli semuanya. Jika Anda seorang fotografer pemula yang akan memutuskan membeli filter GND pertama Anda. Putuskan dulu apa yang akan sering Anda fotret. Jika pemandangan horizon yang lebih sering tak terganggu objek lain. GND Hard atau reverse lebih cocok untuk Anda.

Jika lebih sering memotret pemandangan matahari terbenam atau terbit di mana banyak objek yang menghalangi, maka GND soft atau medium lebih cocok untuk Anda. Kerapata yang sering dipakai 4 stop.

Adakah GND yang bisa dipakai untuk segala kondisi?
Sebenarnya tidak ada, tapi jika kita sedikit lebih kreatif mengakali situasi. Bisa memilih GND Soft 4 stop atau Medium 4 stop.

Dulu sebelum Medium GND lahir, GND Soft 4 stop yang banyak direkomendasikan untuk segala kebutuhan. Sekarang banyak fotografer yang lebih merekomendasikan GND Medium sebagai filter GND yang bisa dipakai hampir di semua kondisi. Kita hanya butuh lebih kreatif untuk menempatkan transisi yang tepat.

Kerapatan yang di pilih bisa 3 stop atau 4 stop. Pengalaman saya di lapangan, lebih sering memakai yang 4 stop.
Pemandangan Situ Bagendit saat matahari terbit dengan bantuan GND Medium 4 stop.

Apakah setelah memakai GND masih butuh post processing?

Pengalaman saya, di hampir kebanyakan foto tetap selalu butuh post processing baik itu di Adobe Lightroom atau pula Adobe Camera Raw. Karena saya hanya memiliki dua buah GND, yaitu GND Medium 1.2 (4 stop) dan satu buah GND Reverse 0.9 (3 stop). Di lapangan saat memakai salah satu GND itu kadang terasa terlalu gelap dan terkadang kurang gelap. Sehingga saya tetap membutuhkan post processing untuk memperbaiki exposure foto.

Kata akhir
Memotret dengan filter GND memang tidak akan membuat foto kita langsung terlihat sempurna. Bahkan saya masih perlu melakukan post processing di Adobe Camera Raw atau Lightroom untuk menyempurnakannya. Tapi setidaknya dengan memakai filter GND kita bisa mendapatkan foto dengan exposure yang lebih seimbang antara darat dan langit.

Share This
Previous Post
Next Post

0 komentar: